“Copot Jabatan Ka Rutan Kls IIB Labuhan” Diduga Membiarkan Peredaran Narkoba di Dalam Lapas

0
40

p

buhan,sinarpagiindonesia.com – Kasus tertangkapnya tiga warga binaan yang memiliki sabu-sabu di Rutan Klas IIB, Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang, menjadi sorotan publik.

Praktisi hukum Dedi Suheri SH, mengatakan dengan tertangkapnya tiga warga binaan ini membuktikan lemahnya pengawasan yang dilakukan petugas sipir terhadap warga binaan.

“Kalau saya lihat, ini membuktikan pengawasan terhadap warga binaan begitu lemah. Bagi saya aneh saja, ada sabu-sabu beredar bahkan timbangan elektrik masuk ke dalam blok,” kata Suheri, Jumat (5/7/2019).

Oleh karena itu, Suheri meminta Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly untuk turun dan memeriksa sejumlah petugas sipir, termasuk menegur Karutan Klas II Labuhan Deli.

“Saya minta Menkumham harus memberikan tindakan tegas kepada Karutan Labuhandeli, karena seharusnya rutan menjadi tempat pembinaan para pelaku narkoba. Kok ini mala menjadi lokasi pemakai narkoba, bahkan diduga terjadinya perdagangan narkoba,” tegasnya.

Selain itu, Suheri mengimbau Kanwil Kemenkumham Sumut untuk melakukan sidak ke lapas dan rutan.”Saya harap, Menkumham melakukan sidak keseluruh lapas dan rutan yang ada di Sumut, saya yakin bukan hanya di Rutan Labuhandeli saja yang terjadi seperti ini. Tapi juga terjadi diseluruhnya,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Rutan kelas II Labuhan Deli, Nimrot Sihotang saat dihubungi wartawan melalui pesan whatsApp, membantah kelalaian atau kelemahan dari pihaknya.

“Itu diikarenakan over kapasitas, dimungkinkan petugas kurang teliti dalam melaksanakan penggeledahan,” katanya singkat.

Saat disinggung kenapa barang haram dan timbangan elektrik tersebut bisa masuk ke dalam rutan, Nimrot bungkam tidak bisa menjawab pertanyaan wartawan

Sementara itu,Ketua Harian Laskar Merah Putih Sumut  (LMP.SU) bung Wahyudi mengatakan,semuah ini pernainan dari pada sipir yang diduga sudah kerjasama dengan warga binaan.Dari mana bisa masuk timbangan,kalau tidak ada kerjasama dan ini tidak hanya dirutan Labuhan saja bisa jadi hampir disetiap rutan di “Indonesia” seperti ini karena manisnya siputih yang begitu gampang diperoleh disetiap rutan ucapnya nengakhiri. (spi/yd/awal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here