Batalyon Arhanud 11/WBY Latihan UST Tingkat Pleton Tahun 2019

85

Medan,sinarpagiindonesia.com – Batalyon Arhanud 11/Wira Buana Yudha (WBY) melaksanakan Latihan Uji Siap Tempur (UST) Tingkat Peleton Tahun 2019 di kawasan Bandara Kualanamu,Kabupaten Deliserdang,Sumatera Utara (Sumut). Latihan yang digelar sesuai dengan Kalender Program Latihan Standarisasi dengan menggunakan Meriam 57mm S60 T.AKT buatan Rusia ini dimulai sejak Selasa 09 Juli sampai dengan Jum’at 12 Juli 2019

Dalam pelaksanaan latihan UST Tingkat Peleton ini prajurit Wira Buana Yudha melaksanakan pengujian terhadap Peleton Meriam 57mm S60 T.AKT buatan Rusia
dengan jangkauan jarak tembak datar 12 Km dengan sasaran Objek Vital Bandara Kualanamu.

“Pelaksanaan Uji Siap Tempur Tingkat Peleton digunakan untuk mengukur tingkat kesiapan operasional dan kemampuan Peleton dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok Baterai sekaligus sebagai sarana untuk mengevaluasi sejauh mana pembinaan latihan yang telah dilaksanakan, “ujar Danyon Arhanud 11/WBY Mayor Arh Tamaji. S.Sos.

Untuk meningkatkan kemampuan prajuri TNI AD di Yon Arhanud 11/WBY, latihan tempur rutin dilakukan secara berkala dan sistematis.

“Latihan dalam batalionnya memiliki beberapa tingkatan. Dalam satu tahun pertama, peningkatan kemampuan perseorangan yaitu kemampuan pada pucuk atau secara beregu. Tingkatan kedua adalah kemampuan Pleton, yang selanjutnya akan dilakukan tingkatan Kompi dengan jumlah personil dan persenjataan lebih banyak, saat sekarang ini, kegiatan UST (Uji Satuan Tempur), yang tingkatannya adalah kemampuan tingkat Pleton,’jelas Danyon Arhanud 11/WBY.

Menurutnya, tujuan dari latihan tersebut selain mengasah kemampuan, juga menguji kesiapan kemampuan prajurit dan peralatan meriam-meriam yang ada di Batalion Arhanud 11/WBY ’’Jadi kapan pun kita harus siap, karena tugas Arhanud 11 adalah melindungi objek-objek vital milik negara dari serangan udara musuh,”tegasnya.

Danyon Arhanud 11/WBY mengatakan bahwa latihan dilakukan untuk menguji kemampuan bertempur secara sebenarnya dengan melibatkan lebih besar anggota. ’’Latihan tingkat Peleton menggunakan amunisi asli, “sebutnya.

Lanjut dikatakannya,meskipun peralatan yang digunakan terbilang sudah lama, kemampuannya bisa diandalkan. Sebab, masih sanggup menembak jatuh sasaran bergerak seperti pesawat pengintai musuh. ’’Meriam ini jarak tembaknya 12 Km,selain bisa menembak dari darat ke udara dengan jangkauan jauh meriam ini juga bisa menembak dari darat ke darat dengan jangkau 12 km,’’ tandas Danyon. (spi/red)