Oknum Kepala Sekolah SMKN 2 Gunungsitoli Resmi Dilaporkan

0
29

Gusit,sinarpagiindonesia.com – Akhirnya oknum Kepsek SMKN 2 Gunungsitoli T. Ndruru dan beberapa pengurus Komite disekolah itu diantaranya A.T, SE sebagai KTU dan dan juga sebagai Bendahara 2 Komite Sekolah, bendahara sekolah Arf.T sebagai Ketua Komite juga adik kandung dari bendahara, Ar.T sebagai bendahara 1 komite dan Drs.M.H sebagai sekretaris Komite di laporkan oleh Sonifati Mendrofa di Polres Nias,beberap( 02/08/2019)

Sonifati Mendrofa orang tua salah satu siswi SMKN 2 Gunungsitoli bernama Anaria Mendrofa (16 Tahun ) yang juga korban penahanan rapor oleh pihak sekolah. Membuat
Laporan tertulis pada tanggal 02 Agustus 2019, perihal dugaan penyalahgunaan dana Komite Sekolah di SMKN 2 Gunungsitoli dan dugaan rangkap jabatan.

Dalam surat laporan tersebut terungkap bahwa
SMKN 2 Gunungsitoli yang dipimpin oleh Kasek T.D bersama dengan pengurus Komite sekolah telah menetapkan nilai yang harus dibayar oleh orang tua siswa sebesar Rp.60.000/bulan setiap siswa.

Pembayaran uang pungutan tersebut telah ditetapkan oleh pihak sekolah dan pengurus Komite, sehingga dengan belum membayarnya pada waktu yang telah ditentukan maka berujung dengan penahanan rapor siswi atas nama Anaria Mendrofa anak dari Sonifati Mendrofa.

Tidak terima rapor anaknya di tahan, maka pada hari Senin, 22 Juli 2019, Sonifati Mendrofa datang ke sekolah untuk mengambil rapor anaknya.

Namun oknum bendahara A.T memaksak Sonifati Mendrofa untuk melunasi uang komite tersebut, dan bertindak arogan serta melontarkan kata-kata kotor dan tidak mau memberikan rapor anaknya tersebut.

Permohonan orang tua tak di indahkan, akhirnya membawa masalah ke hukum, dengan melaporkan ke pihak ke Polisian dugaan penyimpangan anggaran.

Sonifati menyerahkan barang bukti berupa RABS Komite SMKN 2 Gunungsitoli tahun anggaran 2018/2019, di duga ditemukan beberapa kejanggalan bahwa penggunaan uang
Komite. Sumbangan dari seluruh orang tua murid, yaitu bantuan insentif jabatan Kasek, Wakasek, Walikelas, Ketua program studi, Koordinator (Pramuka, BAS, Adiwiyata dan Perpustakaan).

Laporan tersebut di terima langsung oleh AKBP Deni Kurniawan,S.IK,MH, dan berjanji akan menindak lanjuti dan akan memanggil para yang bersangkutan.

Selain surat laporan tertulis yang diserahkan Sonifati Mendrofa juga dilampirkan video visual dan RAPBS SMKN 2 Gunungsitoli. Tembusan surat kepada Menteri Pendidikan di Jakarta dan Ketua Ombudsman RI, Provinsi Sumatera Utara di Medan.Laporan surat tersebut langsung diantarkan oleh Sonifati Mendrofa yang didampingi oleh beberapa LSM dan Wartawan kepada Kapolres Nias, Jumat (02/08/2018) dan langsung diterima oleh Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, S.IK,MH

Sonifati Mendrofa seusai menyerahkan laporan nya, dia mengatakan kepada sejumlah wartawan,” saya membuat laporan pengaduan berdasarkan peraturan yang berlaku,” Ujar nya.

“Saya melaporkan para oknum ini sesuai peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2008, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010, UU Nomor 20 Tahun 2003 dan Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016, ditambah lagi atas penahanan rapor anak saya Minggu lalu. (sinarpagiindonesia.com /red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here