Bukan Bencana Nasional,Karhutla di Sumatera dan Kalimantan Tetap Jadi Prioritas Pemerintah

46

Riau,sinarpagiindonesia.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Riau, Nofrizal mendesak pemerintah untuk menaikkan status bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional. Sebab, kejadian ini tidak dirasakan di Pekanbaru Riau saja melainkan di Kalimantan pun demikian.

“Pemerintah cepat mengumumkan ini menjadi bencana nasional yang tidak hanya tanggap darurat tanggap darurat saja,” katanya, Minggu (22/9/2019).

Dia juga meminta kepada Kementerian Kesehatan agar turun tangan untuk mendampingi masyarakat yang terdampak kabut asap di daerah karhutla. Sebab, hampir selama sebulan penuh masyarakat di sana merasakan pusing hingga penyakit lainnya.

Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet mengatakan bahwa sebenarnya bukan penerbangan saja yang terdampak dengan peristiwa tersebut. “Kebakaran hutan ini juga berdampak pada aktivitas ekonomi lainnya seperti perkantoran dan perdagangan. Belum lagi jika kita berbicara aktivitas ekonomi negara tetangga,” kata dia belum lama ini.

Yusuf juga mengatakan bahwa yang paling mengkhawatirkan sebenarnya adalah soal efek jangka panjangnya. Sebuah studi menunjukkan bahwa efek kebakaran hutan berdampak pada berkurangnya kemanpuan kognitif anak-anak, hingga 6 persen dan akan terbawa hingga mereka beranjak dewasa.

Ia pun menyarankan agar pemerintah perlu melakukan beberapa hal. Salah satunya adalah menentukan status kebakaran ini menjadi bencana nasional.

“Selain mendorong penggunaan rekayasan hujan buatan, serta pemadaman dari darat. proses pengiriman bantuan seperti masker N95, obat-obatan dan mendirikan pos kesehatan pusat juga perlu disegerakan,” ujar dia.

Gerakan Masyarakat Menuntut Keadilan (GMMK) Riau meminta kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk segera menaikkan status siaga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bencana nasional.

Sehingga dengan peningkatan status ini, ada pengerahan seluruh potensi infrastruktur milik negara yang dapat digunakan secara maksimal untuk segera memadamkan titik-titik api dan menuntaskan kabut asap.

“Masyarakat saat ini begitu khawatir dan takut karena tebalnya kabut asap saat ini. Libatkan seluruh komponen masyarakat yang berpotensi membantu dalam penanganan asap di Riau agar bencana ini cepat berlalu,” pintanya. (Sumber:Merdeka.com)