Aktivitas Warga Hamparan Perak Terganggu,Akibat Jembatan Terputus

31

Hamparan Perak,sinarpagiindonesia.com – Putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Sei Baharu menuju Desa Lama dan Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang akibat dihantam tumpukan bambu yang melintas di Sungai Belawan.Jembatan putus membuat aktivitas warga di sekitar kawasan Hamparan Perak menjadi terggangu, Jumat (11/10/2019).

Putusnya jembatan yang menghubungkan Desa Sei Baharu menuju Desa Lama dan Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak,Kabupaten Deli Serdang akibat dihantam tumpukan bambu yang melintas di Sungai Belawan.

Akibatnya, aktivas masyarakat menjadi terganggu. Mereka harus berputar bila menuju jembatan tersebut.

Menurut, tokoh Masyarakat Hamparan Perak, OK Hatta, mengatakan, jembatan alternatif Desa Sei Baharu ini sudah sejak dua hari putus. Bahkan, ironisnya jembatan yang dibangun masyarakat dengan dana swadaya belum ada perbaikan oleh pemerintah setempat.

“Selian menghambat aktivitas masyarakat. Jembatan yang putus ini membuat anak sekolah dan pedagang tidak bisa melintas keluar untuk ke Hamparan Perak. Oleh karenanya, masyarakat harus menyebrang dengan jembatan yang dibuat pihak swasta dengan meminta biaya setiap warga melintas di jembatan buatan itu,” ucap Hatta.

Diterangkannya, jembatan alternatif tersebut dibangun, karena jembatan utama yang dibangun menggunakan dana APBD hingga sekarang belum juga rampung dan terkesan lambat pengerjaannya.

“Pada tahun 2017 jembatan utama ditender dan dikerjakan pada akhir 2018. Pada tender kedua tahun 2018 dikerjakan tahun 2019. Saat ini, jembatan utama itu sedang dibangun, tapi belum juga tuntas. Makanya, masyarakat membuat jembatan alternatif,” terang Hatta.

Selain itu, Hatta mengungkapkan, pemerintah setempat yakni Kecamatan Hamparan Perak terkesan tutup mata atas jembatan utama yang tak kunjung rampung dikerjakan. Sehingga masyarakat harus membangun sendiri jembatan alternatif dengan dana swadaya.

“Pihak Kecamatan dan Desa disni terkesan tidak memperdulikan masyarakat. Lihat lah, sekarang jembatan sudah putus. Tapi, Camat dan Kepala Desa tidak ada yang turun melihatnya. Kasihan masyarakat harus nyebrang dengan membayar. Bahkan, anak sekolah terganggu akibat putusnya jembatan alternatip” ungkapnya.

Dari itu, Hatta berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang harus peka dengan masalah yang terjadi di Hamparan Perak.

“Meskipun jauh dari pusat Ibu Kota Deli Serdang, Hamparan Perak perlu pemerataan pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, Pemkab harus segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan hanya berdiam diri dan duduk di Kantor yang megah, namun tidak tahu akan penderitaan rakyatnya,” harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, terkait jembatan putus tersebut, Sekcam Hamparan Perak, Agus mengaku belum mengetahui bahwa jembatan alternatif penghubung Desa Sei Baharu menuju Desa Lama dan Paluh Manan Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang putus

“Saya belum tahu. Karena belum ada laporan ya. Nanti kita akan cek,” katanya mengakhiri. (spi/zikri)