“Pemerintah Kabupaten Nias Barat di Duga Takut Kepada Oknum CPNS Andreas Festivalman Harefa,Spd”

3189

Gunungsitoli,sinarpagiindonesia.com – Sesuai dengan berita sebelumnya bahwa ketua LSM Penjara Indonesia telah melaporkan secara resmi oknum CPNS Andreas Festivalman Harefa, Spd tentang dugaan memberi keterangan palsu pada penerimaan pelamaran CPNS di Nias Barat pada tanggal 18 September 2018.

Namun pada laporan tersebut telah teruraikan pelanggaran yang dilakukan Oknum CPNS Andreas Festivalman Harefa, Spd. Laporan tersebut telah sampai kepada BKN REGIONAL VI dan telah sampai balasan Surat tersebut kepada Bupati Nias Barat dan juga kepada ketua LSM Penjara Indonesia Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara,intinya yang mengambil tindakan dan yang berwewenang adalah Pemkab Nias Barat.

Lanjut ketika awak media konfirmasi secara resmi kepada ketua LSM Penjara Indonesia Gunungsitoli atas nama Selamat Harefa mengatakan bahwa laporan dari lembaga saya seakan akan tidak dihiraukan oleh Pemkab Nias barat, Sumatera Utara, yang dimana sampai saat ini tidak ada tindakan dari Bupati Nias Barat atas nama Faduhusi Daeli, Spd.

Lanjut Selamat Harefa memaparkan kalau saya sudah meminta klarifikasi dari Oknum CPNS Andreas Festivalman Harefa, Spd mengatakan dalam bahasa Nias “boi ago ono namau natola ohetado CPNS ba Nias Barat sedangkan Pemkab Nias Barat mano lo barani lakaoni balapecat ndrao; yang artinya dalam bahasa Indonesia janganlah kamu jadi anak bapakmu kalau bisa kamu copot saya dari CPNS ini di Nias Barat, sedangkan Pemkab Nias Barat aja tidak berani memanggil dan memecat saya.

Lanjut Selamat Harefa memaparkan kalau saya sudah beberapa kali menanyakan tindakan dari laporan saya kepada Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, Spd dan diduga beliau selalu menghindar dan lempar bola kepada instansi yang membidangi penerimaan CPNS tersebut.

Sedangkan yang mengambil keputusan adalah pimpinan pemerintahan daerah kabupaten Nias Barat. Lanjut selamat mengatakan bahwa tadi siang (Selasa 22/10/2019) telah konfirmasi kepada Bupati Nias Barat melalui Via seluler dan beliau mengatakan jangan paksakan kehendak saya memberi tindakan.

Sementara itu Ketua Harian Laskar Merah Putih Sumut (LMP SU) bung Wahyudi meminta kepada Bupati Nias Barat Faduhusi Daeli, Spd harus bijak menyikapi permasalahan yang lagi Firal.Besar dugaan hal tersebut berdampak dan menyangkut marwah kepemimpinan pemerintahan serta birokrasi Nias Barat ujar bung Wahyudi melalui telepon selularnya.

Dan tidak hanya sampai disitu,” anggota yang berani melawan pimpinan harus ditindak tegas dan diminta segera mungkin diberi tindakan sesuai aturan yang ada agar tidak menimbulkan nuansa pembiaran, yang kononnya masih CPNS .

“Dan ironisnya lagi oknum tesebut mampu mengintervensi aturan yang ada sehingga timbul dugaan ada apa dengan pemerintah Nias Barat atas pernyataan oknum tersebut”.Tersinyalir pemerintah Nias Barat bungkam dengan viralnya laporan dari beberapa sumber. (spi/red)