BPH Migas Akan Bangun Gas Bumi Trans Kalimantan

99

Pontianak,sinarpagiindonesia.com – Memang ada kebutuhan Ibu kota baru kedepan, secara bertahap sudah ketahuan berapa kebutuhan, bisa kehadiran gas ini menjadi alternatif listrik di Penajam. 30 sampai 35 Triliyun untuk kebutuhan pipa trans kalimantan.”

Demikian di katakan Kepala Staf Presiden Jendral (purn) DR. Moeldoko, S.Ip kepada sejumlah media saat press conference terkait FGD Sinergisitas Pembangunan Pipa Transkalimantan di Grand Mahkota Hotel Pontianak, Selasa (3/12)

Moeldoko di dampingi Gubernur Kalbar, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa. Lanjut di sampaikan bahwa kebutuhan listrik dengan diesel bisa di ganti gas karena lebih murah, “pelabuhan juga perlu gas, bisa pengganti impor listrik dari malaysia, yakin industri pasti tumbuh dan berkembang pesat, maka saya katakan tadi telur dengan ayam.”ujar Moeldoko.

Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa potensi migas di ambil dari natuna di sana ada ekploitasi dan eksplorasi. “Pilihannya membangun pipa gas dari natuna ke Kalbar atau kalau demain belum sepenuhnya bisa LNG, nanti di angkut dengan kapal. Jaraknya dekat hanya 400 kilometer.” Jelas Ifan

Ifan juga menyampaikan bahwa saat ini perhari gas di natuna di ekspor ke singapura dan malaysia sekitar 400 MMG yang berakhir 2028, ini bisa di bawa ke Kalimantan, di samping dari Bontang.

” lpg itu 70 persen infor dan di subsidi yang menelan nilai 85 T per tahun, jadi kalau ini terealisir masalah infor gas ini bisa di atasi.”ujar Ifan.

Pipa Transkalimantan ini sudah masuk blue prin ESDM masuk jaringan induk transmisi nasional dan juga di RPJM nasional oleh Bappenas.

Ditambahkan oleh Gubernur Kalbar bahwa peluang investasi akan tumbuh dan pesat di Kalbar. “Kalbar akan jadi daerah pertumbuhan tertinggi di Kalimantan. Salah satunya adalah pelabuhan sudah ada, smelter lambat karena energi tak tercukupi, maka denga gas ini bisa di penuhi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kalimantan barat ungkapnya. (SPI/dng)