Kepala Desa Subulussalam Selatan Jawab Tantangan Pengelolaan ADD APBN T.A.2019

130

Subulussalam Aceh,sinarpagiindonesia.com – Gencar gencarnya pengelolaan ADD.sekarang ini banyak sistem pengelolaan kurang tepat sasaran di lapangan oleh pemerintah desa.namun bukan semua Desa dan Kepala Desa tidak bermasalah ada juga benar tentang pengelolaan dan program APBDes yang di musyawarahkan terhadap masyarakat dan perangkat Desa dan pengawas BPK desa setempat,perlu di ketahui  pertanggungjawaban LPJ , atas penggunaan anggaran dana desa yang di kucurkan penerintah pusat  dari  APBN  sangat besar dari tahun ke tahun sampai 2019 sekarang ini.

Dari tahun 2015 . APBN  sampai 300 juta/thn,2016 .600 juta, 2017. 800 juta .2018.800.juta dan 2019 800 juta.tentu  pemerintah pusat  menteri Desa  . Mendagri Presiden RI sudah menganggap pemerintah desa   mampu mensejahtrakan masyarakat dan meningkatkan ekonomi masyarakat dan memiliki PAD masing masing desa kalau benar pengelolaan dan tepat sasaran  yang dilaksanakan  masyarakat.

Kepala Desa Subulussalam Selatan.M.Amrin Limbong , kecamatan Simpang kiri kota Subulussalam.Aceh. saat di konfirmasi wartawan sinar pagi Indonesia,  pada 3/12/2019 di saksikan operator desa di kantornya.menjelaskan bahwa kegiatan program kegiatan dana desa . terutama ADD APBN yang di transfer pemerintah pusat sampai ke rekening bendara Desa .Desa selalu kita lakukan  musyawarah desa sesuai APBDes .baik  masyarakat umum tokoh masyarakat dan Berkordinasi dengan Badan Pengawas Kampong.(BPK) setiap Anggaran Desa turun dari pemerintah pusat terangnya .

M.Amrin Limbong  menjelaskan secara terang terangan .bahwa program  ADD di desa subulussalam selatan.pada tahun anggaran APBN 2019.ada dua program pemerintah pusat yang kita lakukan.seperti progam pemberdayaan masyarakat 60% dan Pembangunan fisik 40% .Desa subulussalam selatan.tahun 2019 memproritaskan Pembangunan tapal batas Desa berjumlah 3 titik.Rabat Beton, Dranase.Talut. jadi pembangun fisik tahun ini.selain itu seperti pemberdayaan masyarakat adalah seperti.kelompok kaum ibu PKK . Belajar Jahit menjahit berjumlah 10 orang dengan mengadakan Mesin jahit 10 biji.memberikan bantuan terhadap Fakir miskin.keoada  anak usia sekolah . melengkapi pakaian seragam sekolah.dari pakaian, sepatu tas.sampai buku.juga memberikan kepada Anak yatim piatu berupa bantuan  beras 1sak perorang.

Menurut kepala desa subulussalam selatan. program dana desa subulussalam selatan.kita sudah memiliki Bumdes.dari tahun 2018.  seperti.kiboat ,teraktak ,umba umba,papan bunga, pelaminan,sewa kursi untuk  pesta. Sekarang desa subulussalam selatan sudah menghasilkan PAD.sebesar Rp 23 juta/tahun ,sudah bagi hasil dengan pengurus.bahkan pemerintah desa sudah musyawarah dengan BPK dan unsur tokoh masyarakat, rencana pembangunan sarang walet anggaran sebesar Rp150 juta.dijadikan Aset desa tahun anggaran 2020  mendatang.guna menambah pendapatan anggaran Desa tahun Kedepan tuturnya. (spi/saur jati padang)