Kapolri Jenderal Pol Drs Idham Aziz.MSi Hadiri Rilis Akhir Tahun

102

Jakarta,sinarpagiindonesia.com – Memasuki Tahun 2020, Kepolisian Negara Republik Indonesia menggelar Release Akhir Tahun 2019 yang meliputi Pembidaan SDM, Penguatan dan Capaian Organisasi, Modernisasi Polri, Pengawasan Personel, Operasi Kepolisian, Penegakan Hukum, Humas Polri dan Satgas Saber Pungli bertempat di Auditorium PTIK Jakarta, Sabtu (28/12/2019)

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolri Jenderal Pol Drs. Idham Aziz. Msi, Wakapolri Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto. SH. Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs. Listyo Sigit Purnomo. Msi, Irjen. Pol. Dr.Eko Indra Heri M.M., Kadiv Humas Polri Irjen Pol M. Iqbal. Sik. MH., Karo Multimedia Brigjen Pol Drs. Budi Setiawan. MM, Karo Penmas Brigjen Pol Argo Yuwono. Sik. Msi, Karo Pid Brigjen Pol Syahar Diantono. Msi, Kabag Penum Kombes Pol Asep Adi Saputra. S.H., S.I.K., M.H., M.Si, Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (12) Rustika Herlambang, Arteria Dahlan komisi III DPR RI dan H. Muhammad Nasir Tamil, Komisi III DPR RI.
Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (12) Rustika Herlambang mengatakan, terdapat sebanyak 542.141 berita dari 2610 media online di Indonesia memberitakan tentang Polri sepanjang 1 Januari hingga 5 Desember 2019.

“Sejauh ini, rapor Polri berada di angka 68 – jika dinilai dari framing pemberitaan media sepanjang 2019. Angka ini menurun dari tahun lalu di kisaran 72% di tahun 2018. Meski demikian, angka ini cukup bagus di tengah situasi politik yang cukup panas,” kata Rustika Herlambang.

“Isu yang positif di Polri adalah soal pengamanan pilpres/pileg, penanganan karhutla, narkoba. Isu yang perlu pengelolaan atau masih mendapat framing negative adalah soal aksi mahasiswa,” imbuhnya.

Strategi humas Polri dalam mengelola media sejauh ini sudah baik. Perlu disempurnakan di tahun-tahun mendatang, mengingat situasi politik masyarakat mulai bergeser, era digital mempercepat perubahan.

Perlu ada pendekatan baru yang lebih menyentuh berkaitan dengan manajemen isu dan bergandengan tangan dengan berbagai pihak. Mulai memperhatikan isu di social media dan menggunakan strategi baru dalam menanganinya.

Sentuhan emosional dan kedekatan dengan audience-nya perlu mendapat perhatian. Beberapa catatan penting adalah lebih cepat dan tanggap terhadap isu sensitive yang berkembang liar di media social, pemetaan isu dan actor yang lebih baik, menambahkan influencer dengan menggandeng berbagai pihak.

Sentimen terhadap isu-isu mengenai Polri, sepanjang tahun 2019, dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember, pergerakannya fluktuatif.

Didalam matriks, terlihat sentimen meningkat pada bulan Mei 2019 kemudian bulan Oktober 2019, dimana pada saat itu terjadi kerusuhan pada 21-22 Mei 2019 di Bawaslu dan bulan Oktober 2019, pasca Pelantikan Presiden 2019.

Tahun 2019, isu pemberitaan Polri terlihat signifikan pada pengamanan Pemilu 2019, kemudian dibawahnya ada isu Terorisme, konflik Papua, Narkoba, serta Aksi Mahasiswa.

Salah satu isu yang cukup menarik menurut Rustika Herlambang, Terdapat pada media Online bulan Mei 2019, mencapai 8000k sebarannya. Media mainstream ini merupakan media yang paling ketat dalam penyebaran sebuah berita. Tetapi Polri masih menjadi primadona bagi media mainstream.

Analisa media sosial twitter, Rustika Herlambang menuturkan, Sepanjang 2019, terdapat sebanyak 2.173.913 percakapan mengenai Polri. Percakapan ini dimunculkan dari 173.242 akun manusia dan memberikan sentiment netral positif sebesar 62%.

Sebanyak 78,8% merupakan akun milenial. Emosi terbesarnya Trust dan Anticipation, disusul disgust. Isu politik, aksi mahasiswa, Papua, merupakan penggerak isu besar di twitter, beberapa hal yang menjadi rapor merah di twitter adalah isu aksi mahasiswa dan Papua.

Perbincangan atau percakapan terutama di media sosial, twitter, isu mengenai pengamanan pemilu 2019 menjadi hal utama yang banyak dibicarakan, dengan total ada 144850 percakapan.

Analisa Direktur Komunikasi Indonesia Indicator (12) Rustika Herlambang mengatakan, Sepanjang 1 Januari – 5 Desember 2019, terdapat 113.160 percakapan dari 65.121 akun membicarakan Polri. Adapun secara demografi, percakapan Polri lebih banyak menarik perhatian kaum pria (79,12%) dan selebihnya perempuan 20.88%.
Kalangan milenial 22-30 tahun mendominasi percakapan, dengan lokasi akun terbesar berada di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, Papua, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Puncak percakapan terjadi di bulan September dan Oktober dimana insiden Papua, Wiranto, Aksi Mahasiswa, RKUHP, dan pelantikan presiden menjadi penggerak isu percakapan di Facebook. Meski demikian, secara garis besar porsi sentimen netral positif sebanyak 78,4%.

“Jumlah pemberitaan Kapolri Idham Aziz di media online sejak diangkat menjadi Kapolri berjumlah 6583. Sejauh ini media memberikan framing netral positif sebesar 85%. Sentimen netral dan positif berasal dari berita pengangkatan dan berbagai apresiasi yang ditujukan pada Idham Aziz. Salah satunya adalah kebijakan soal gaya hidup polisi yang dianggap sebagai sebuah “gebrakan” baru.

Adapun sentiment negative terdapat sebanyak 15%. Sentimen tersebut berasal dari isu Novel Baswedan yang dianggap hingga kini belum memberikan hasil. Isu ini merupakan salah satu isu terbesar di media social twitter.

“Isu yang utama yang menjadi bahan perbincangan sejak terpilihnya Idham Aziz sebagai Kapolri ialah isu mengenai kasus Novel Baswedan, mencapai 4604 percakapan,” jelas Rustika Herlambang .

Dalam sambutannya Kapolri. Jendral Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. mengatakan, Jumlah personel Polri pada tahun 2016 sebanyak 441.481 dan meningkat setiap tahun mencapai 470.391 pada tahun 2019. Pada tahun 2019 Polri memberikan 1.854 penghargaan kepada personil Polri instansi mitra dan masyarakat.

Dalam Penguatan Organisasi Polri melakukan Pembentukan satker baru yaitu Puslabfor Bareskrim Polri dan Densus 88 Anti Teror, Perubahan nomenklatur dan titelatur, Penambahan Biro Monev pada Srena Polri, Biro Pengadaan Barang/Jasa dan Biro Sundokinfokum.
Di era Modernisasi Polri memberikan pelayanan Aplikasi E-manajemen Penyidikan, Rencana pengembangan pada tahun 2020 yaitu modul DPB, integrase sislaphar, draft resume dan pengembangan barang temuan.

“Rencana di tahun 2020, Polri menaikkan tipe Polda dan Polres serta bentuk Polres baru. Perkembangan Polri pada saat ini tetap 34 Polda di 34 Provinsi. Dari 461 Polres menjadi 493 Polres di 514 Kab/Kota dan tetap 4872 Polsek,” kata Kapolri.

Nilai akuntabilitas kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) dengan nilai 74,08 dan indeks Reformasi Birokrasi Polri dengan nilai 75,18.

Selama tahun 2019 Polri Berprestasi raih WBK dan WBBM dari Kemenpan-RB
“Jumlah pengaduan disiplin dalam instansi Polri pada tahun 2019 menurun 10.92% dibandingkan tahun 2018. Sementara pelanggaran Kode Etik Profesi Polri menurun sebanyak 21,5%. Pelanggaran terhadap pidana narkoba juga mengalami penurunan sebesar 39,05%,” imbuhnya.

Pengaduan Masyarakat Secara keseluruhan jumlah surat aduan masyarakat tahun 2019 menurun sebanyak 15,9% dari 1.440 di tahun 2018 menjadi 1.212 pada tahun 2019.

Modernisasi Polri sepanjang tahun 2019, Polri melaksanakan Modernisasi dibidang IT yaitu Pembangunan Command Center, Integrasi aplikasi online PolisiKu dan layanan Polisi 110 dengan SIM Online dan SKCK Online.

Penggelaran Bahabinkamtibmas 42.344 Bhabinkamtibmas tersebar di desa / kelurahan seluruh Indonesia dengan kegiatan deteksi dini, sambaing, problem solving dan pendampingan dana desa.

Jenderal Bintang Empat ini menyampaikan, Polri terus berupaya melakukan penegakan hukum terbukti dengan jumlah kejahatan yang dilaporkan pada tahun 2019 menurun 53.360 kasus atau 19,3% dengan kejahatan yang paling dominan adalah kejahatan konvensional.

Dimana kejahatan konvensional turun 10,5% disbanding tahun 2018. Dan secara umum kinerja penyidik dalam penyelesaian kejahatan konvensional pada tahun 2019 mengalami peningkatan 4,69%. Sebagai contoh pengungkapan kasus pembunuhan di Lebak Bulus.

“Kejahatan terorisme sepanjang tahun 2019 menurun 10 orang sebesar 52,6%. Pengungkapan kasus korban novel baswedan dengan menetapkan RM dan RB sebagai tersangka,” ungkapnya.
Kejahatan kekayaan negara dengan jumlah tipikor tahun 2019 meningkat sebanyak 32 kasus, sedangkan kekayaan negara menurun dibandingkan tahun 2018. Kerugian keuangan negara yang berhasil di ungkap sebesar Rp 1,8 Triliun.

“Jumlah kejahatan transnasional pada tahun 2019 mengalami penurunan 8.829 kasus atau 19,5% dan penyelesaian perkaranya pun mengalami penurunan sebanyak 3.213 kasus atau 9,8%. Namun secara umum kinerja polri dalam penegakan hukum terhadap kejahatan transnasional meningkat sebesar 8,76%,” tegasnya.

Kontijensi dan kejahatan terhadap perempuan pada tahun 2019 meningkat 7 kasus dari 193 kasus pada tahun 2018, dan penyelesaian meningkat dari 128 menjadi 180 kasus pada tahun 2019. Kasus pemerkosaan pada tahun 2019 meningkat 1.326 kasus atau 38,9% dan KDRT mengalami penurunan 3.742 kasus atau 36,2%.
Sepanjang tahun 2019 polri melaksanakan 203 Operasi Kepolisian terdiri dari 4 operasi terpusat dan 199 operasi kewilayahan.

Sepanjang tahun 2019 jumlah pelanggaran lalu-lintas mengalami peningkatan, tilang meningkat sebesar 5% dan laporan meningkat sebesar 7%. Dan jumlah kecelakaan lalu lintas meningkat 3% namun jumlah korban meninggal dunia menurun sebesar 6%. Dalam pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, factor kesalahan manusia menjadi penyebab utamanya.

“Divisi Hubungan Masyarakat atau Divisi Humas Polri dalam meningkatkan kinerjanya melakukan pengelolahan media sosial secara optimal, Menemukan pemberitaan negative dan propaganda, Mengelola isu yang menjadi trending topic, memproduksi Film layar lebar tentang Polri, Police Movie Festival, Police Mini Series, Police Expo dan Lomba karya Jurnalistik, Program acara Kompas TV Gebyar Bhayangkara dan Polisiku dan Feature tentang Polri,” terangnya.

Sepanjang tahun 2019, kerjasama Internasional Polri Menandatangani 3 dokumen kerja sama dengan pemerintah asing/organisasi internasional, Menterbitkan 10 red notice dan melakukan penaganan 40 subjek red notice dan Mengirimkan 1.911 personel untuk mengikuti 398 kegiatan internasional di luar negeri.

Pada tahun 2019, Polri mengalami kenaikan dalam berbagai Lembaga survey, yaitu posisi 3 teratas dalam survey LSI dan Alvara setelah TNI dan KPK
Kapolri menegaskan agenda tahun 2020, Polri membentuk PPK, PPS dan KPPS pada januari 2020, antisipasi karhutla, Pilada Serentak, Ops ketupat, PON tahun 2020 dan Ops Lilin tahun 2020.

Begitu juga yang di sampaikan H. Muhammad Nasir Tamil, Komisi III DPR RI, Prestasi Polri semakin baik tiap tahunnya. Dimulai dari pembinaan SDM, pembinaan penguatan organisasi di tubuh Polri dan pembentukan Satgas-satgas dengan pola kerja yang luar biasa.
“Dengan prestasi polri yang kian membaik, kepercayaan masyarakat pun semakin meningkat dengan menginginkan Polri hadir di tengah-tengah masyarakat,” ungkap Muhammad Nasir Tamil

“Dengan prestasi dan kepercayaan masyarakat sekarang diharapkan polri dapat terus memberikan yang terbaik untuk melayani masyarakat dengan mempertahankan apa yang sudah dicapai. Karena reformasi keamanan merupakan suatu hal integral demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa dan Polri telah melakukan hal tersebut dengan baik,” jelas Muhammad Nasir Tamil.

Arteria Dahlan komisi III DPR RI mengatakan, Kinerja Polri yang kian membaik dengan akuntabilitas serta transparasi ditubuh Polri yang mengalami perubuhan signifikan mengundang perhatian masyarakat.

“Masyarakat melihat Polri sebagai penegak hukum dengan tugas atau sisi humanis yang melekat dalam tubuh Polri, seperti penanganan bencana alam dll,”imbuhnya.

Dalam pergantian pimpinan yang baru, Kapolri Jendral Polisi Idham Azis, M.Si tidak meninggalkan program kerja yang sebelumnya. Merupakan suatu hal yang baik dan patut diapresiasi dalam kepemimpinan Kapolri yang baru, Polri terus melakukan pembenahan dan pembinaan baik dari sumber daya manusia atau bidang operasional dengan meningkatkan transparasi dan akuntabilitas dalam bekerja.

“Harapan kinerja polri dalam melindungi dan melayani masyarakat dapat semakin meningkat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat,” kata Arteria dahlan. (spi/ld)