Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Perobek Al-Quran,Kapolrestabes Medan : Akan Dicek Kondisi Kejiwaanya

83

Medan,sinarpagiindonedia.com – Seorang pria yang telah melakukan perobekan kitab suci Al-Quran serta menabur- naburkannya di jalan raya akhirnya berhasil diamankan personel Polsek Medan Kota, Kamis (13/02/2020).

Tersangka yang telah melakukan penistaan agama ini diketahui berinsial DIM,44, warga Jalan Utama, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tersangka ditangkap saat akan beraksi membuang lembaran Al-Qur’an yang telah dirobeknya ke pinggir jalan di seputaran Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

 

Bahkan aksi tersangka yang merupakan kuli bangunan ini bukan kali ini saja. Namun sebelumnya, Jumat (07/02/2020) tersangka juga telah melancarkan aksinya membuang robekan Al-Qur’an di Jalan Sisingamangaraja Medan.

“Modus pelaku, mengambil Alquran saat shalat di Masjid Raya, lalu di bawa ke kamar mandi dan dirobek. Setelah merobeknya pelaku lalu mengantongi sobekan kitab suci itu dan ditebarkan di sepanjang Jalan Sisingamangaraja persis di depan hotel, “kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jhonny Eddizon Isir saat menggelar konferensi pers yang turut didampingi Kapolsek Medan Kota, Kompol Rikki dan Kanit Reskrimnya, Iptu Ainul Yaqin, Kamis (13/02/2020) sore.

Warga yang mendapatkan laporan ini, lalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan membekuk tersangka. “Tidak ada tempat bagi siapa saja yang menggangu kondusifitas Kota Medan,” tegas Kapolrestabes Medan.

Dari tangan tersangka, pihak berwajib turut mengamankan barang bukti sejumlah lembaran robekan Al-Qur’an, dan uang tunai sebesar Rp 750 ribu. Ketika disinggung mengenai motif perobekan ini, Kombes Pol Jhonny Edizzon Isir juga menyampaikan kalau pihaknya masih mendalaminya.

“Tersangka sehat, tidak ada gangguan jiwa, begitu pun nanti kita cek kondisi kejiwaannya (secara medis),” ucapnya. Sementara itu, Ketua BKM Masjid Raya Al Mashun Medan, Drs H Ulumuddin, MS menambahkan, pihaknya bersyukur karena pihak kepolisian dapat menangkap pelaku, sehingga Kota Medan tetap kondusif.

 

“Jangan sampai ada lagi yang merobek kitab suci. Karena pelaku sudah tertangkap, kita harus tetap menjaga kondusifitas dan jangan main hakim sendiri, “ucapnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 156 KUHPidana tentang Penistaan Agama dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun kurungan penjara.(spi/red)