Kadis DLH Pemkab Rohil Melaksanakan Program Reboisasi di Kawasan Pinggir Pantai

48

Rohil,sinarpagiindonesia.com – Hutan magrove di sepanjang pantai di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) mengalami kerusakan. Tidak saja disebabkan abrasi akibat terpaan gelombang laut Selat Malaka, tapi juga disebabkan penebangan liar, kebun dan perluasan pemukiman.

Kerusakan hutan mangrove berdampak luas terhadap ekosistem dan sumber daya hayati laut dan pantai di Rohil.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  Pemkab Rohil Suwandi S Sos, MSi,  mengatakan Pemkab Rohil akan melaksanakan program reboisasi (penanaman kembali) hutan baku di kawasan-kawasan pinggir pantai Rohil. Dikatakan Suwandi, saat ini banyak kawasan hutan bakau pinggir pantai mengalami kerusakan parah.

“Seperti hutan bakau yang ada di Sinaboi, banyak yang sudah rusak. Hutan-hutan bakau tersebut akan dilakukan penanaman kembali. Juga hutan bakau lainnya dalam rangka mengatasi kerusakan hutan mangrove, lingkungan, dan menjaga sumber daya hayati pantai dan laut di Rohil,” kata Kadis LH Pemkab Rohil Suwandi SSos MSi, Kamis,  20 Februari 2020.

Suwandi, yang menjadi keynote speaker pada Pelatihan Jurnalistik, yang digagas Pekanbaru Jurnalis Centre (PJC), dalam rangka Hari Pers Nasional 2020, di Hotel Rasa Sayang, Kota Bagansiapiapi, juga mengatakan hutan mangrove berpotensi dijadikan sebagai objek wisata alam dan education.

“Dengan direboisasinya hutan magrove, tanah ataupun lokasi hutan yang ditanam dapat terhindar dari abrasi. Dengan demikian ekosistem terjaga, huan mangrove, sumber daya hayati pantai dan laut akan berkembang biak. Sehingga hutan mangrove dapat menjadi objek wisata, melihat berbagai jenis makhluk hidup yang ada,” jelas Suwandi.

Dibidang lingkungan hidup lainnya, jelas Suwandi, Pemkab Rohil juga terus melakukan pengelolaan tepat pembuangan akhir sampah, serta pemanfaatan daur ulang sapah bekas yang dapat diproduksi kembali menjadi berbagai jenis barang layak jual.

“Kita juga akan membentuk kelompok-kelompok pemanfaatan sampah bekas, seperti botol bekas. Hampir semua sampah masih bisa diolah menjadi berbagai jenis barang yang produktif bermanfaat, serta pengembangan penjualan produk dari barang bekas yang ekonomis,” jelas Suwandi.(spi/amran)