“Plt Kadis Pendidikan Arsad Lubis Bohongi Publik”,Bantah Lantik 13 Kasek di Tengah Pandemi Kovid 19

220

Medan,sinarpagiindonesia.com – Plt Kadis Pendidikan Sumatera Utara Arsad Lubis lagi-lagi bersilat lidah alias bohongi publik dengan membantah dirinya melantik 13 orang Kepala Sekolah (Kasek) ditengah mewabahnya Kovid-19 yang melarang adanya kerumunan dan mengadakan keramaian.

“Hanya 3 Kepala Sekolah bukan 13 sebagaimana yang disebutkan. Itupun dikarenakan adanya kebutuhan dan kekosongan. Tidak ada yang dimutasi ya,” ungkap Arsad ketika dikonfirmasi di Rumah Dinas Gubsu Kamis (9/4).

Menurut Arsad, pelantikan tersebut juga telah sesuai dengan aturan protokoler Covid-19 dengan tetap menjaga jarak aman 1 meter ,memakai masker, tidak ada kerumunan massa mengingat tidak adanya undangan dan dilaksanakan digedung SMK sehingga tidak terlihat.

Arsad juga mengklarifikasi kalau acara pelantikan itu sengaja dibuat tanggal mundur. “Itu spanduk yang lama, pelantikan diwaktu itu tidak memakai spanduk,” jelaskan Arsad dengan nada santai.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya pelantikan Kasek “ala Arsad” Plt Kadis Pendidikan Sumut sempat menuai pro-kontra karena digelar pada saat Pemerintah lagi galak-galaknya menghimbau masyarakat agar tetap ‘stay at home’ (tinggal bertahan dirumah). Bahkan Kapolri sendiri telah mengeluarkan Maklumat terkait hal ini.

Demikian juga Kementrian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) telah mengeluarkan surat edaran kepada Gubernur dan Bupati/Walikota di seluruh Indonesia, perihal Penundaan sementara usulan pergantian pejabat di lingkungan Pemerintah Daerah dan usulan mutasi PNS antar daerah pada masa kedaruratan Kesehatan masyarakat Covid-19 dengan nomor surat : 800/1941/OTDA.

Informasi diperoleh wartawan bahwa pada Senin (6/4) dilakukan pelantikan di SMK 7Jalan STM Medan sebanyak 8 orang dan Selasa (7/4) telah terjadi dilaksanakan pelantikan 5 Kepala Sekolah (Kasek) sesuai poto diatas yang dilaksanakan di Plt Kadis Pendidikan Arsad Lubis di SMK 1 Berastagi, Kabupaten Karo.

Sementara Kasubag Umum Dinas Pendidikan provsu, Kacabdis Medan Selatan serta Sekretaris Dinas ketika dikonfirmasih wartawan tentang nama-nama ke 3 orang kepsek yang dilantik seperti yang disebutkan Arsad Lubis terkesan saling menutupi dan mengaku tidak tahu.

Pemerhati Pendidikan Edi Simatupang yang dikofirmasi wartawan, menyesalkan sikap pejabat daerah terkhusus di Dinas Pendidikan Sumatera Utara yang tetap memaksakan untuk melaksanakan pelantikan tersebut ditengah badai Corona. Bila hal itu benar dan dilaksanakan ditengah darurat kesehatan Covid -19, maka oknum pejabat yang telah melaksanakan kegiatan pelantikan tersebut harus segera dan sepatutnya dicopot oleh Gubsu dari jabatannya karena telah melangar Surat Edaran Kemendagri.

“Gubernur saja baru-baru ini menunda pelantikan eselon III dijajarannya walaupun undangan dan para pejabat yang akan dilantik sudah hadir di Rumah Dinas Gubsu yang direncanakan sebagai tempat penyelenggaraan pelantikan. Tentu ini dilakukan oleh Gubsu dengan penuh kesadaran untuk mentaati berbagai regulasi yang dikeluarkan oleh Kemendagri dan Maklumat Kapolri,” ungkap Edi Simatupang.

Edy merasa menemukan kejanggalan dan keanehan saja, ada seorang “Arsad” pejabat yang akan memasuki masa pensiun yang notabene masih bawahan Gubsu berani mengambil tindakan yang kontradiksi dengan mengabaikan berbagai regulasi dan aturan.

Informasinya bahwa pejabat kasek yang dilantik tersebut berasal dari daerah dan pindah ke Medan menjadi Kepsek.(spi/eben)