“Anak Putus Sekokah Sudah Menjadi Tanggung Jawab Pemerintah”,Disdikbud Rohil Minta Peran Orang Tua Serta Peran Sekolah

89

Rohil,sinarpagiindonesia.com – Dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Rokan Hilir (Rohil) sedang memvalidasi data anak putus sekolah di kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Hal ini disebabkan data yang masuk banyak persepsi yang berbeda. Karena ada yang mutasi dianggap putus sekolah. Oleh sebab itu dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Rokan Hilir (Rohil) saat ini sedang membersihkan data dalam arti menvalidasi data tersebut. Demikian hal ini dijelaskan oleh kepala dinas pendidikan dan kebudayaan kabupaten Rokan Hilir (Kadisdikbud Rohil) H.M Nurhidayat,SH,MH ketika dilansir sinarpagiindonesia.com dari journalis indonesiasatu.co.id di Bagansiapiapi ketika dihubungi, Selasa (28/04/2020) kemaren.

Sebenarnya, kata Kadisdikbud Rohil ini, anak putus sekolah merupakan tugas dan peran bersama antara pihak sekolah dan orang tua murid.

Karena ada beberapa tempat, khususnya didaerah perkebunan banyak laporan anak putus sekolah. Kata ia, daerah perkebunan putus sekolahnya tinggi karena anak yang bersangkutan ikut orang tuanya pulang kampung asal ketika  kontrak kerja orang tuanya habis.

“Sekolah mau tidak mau, harus buat laporan putus sekolah. Karena yang bersangkutan tidak meminta surat pindah. Padahal belum tentu anak tersebut tidak sekolah,”jelasnya.

Oleh sebab itu, kata Kadisdikbud Rohil, pihaknya saat ini sedang membersihkan data anak putus sekolah di kabupaten Rokan Hilir agar mengetahui berapa banyak anak putus sekolah saat ini.

Untuk lebih memvalidkan data, kata ia, Disdikbud Rohil juga bekerja sama dengan para camat, korwil bidang pendidikan se Kecamatan, termasuk Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan PGRI untuk tingkat SMA.

“Tadi pagi (kemeren pagi,red) kami dari Disdikbud Kabupaten dengan sekretaris dan para kabid, baru selesai video conference,”tuturnya.

Tekait ini, lanjutnya mengatakan, bersama  dengan Dinas Pendidikan Propinsi Riau beserta seluruh camat se Kabupaten Rokan Hilir, Koordinator  Pengawas, ketua PGRI dan ketua MKKS sudah mendapat arahan. Namun waktu video conference nya  sedikit karena Disdik Propinsi Riau harus ke Kabupaten lain lagi, sehingga ada beberapa Camat tidak habis terpanggil untuk memaparkannya.

“Makanya tadi siang (siang kemaren,red) kami dari Disdikbud Kabupaten meneruskan lagi video conference nya bersama Camat dan Korwil sampai selesai,”pungkasnya. (spi/andy)