“Pembangunan Rumah Dinas Guru SMAN 2 Bangko Anggarannya Diduga di Korupsi Secara Berjamaah”

451

Rohil,sinarpagiindonesia.com – Terkait ada nya dugaan korupsi berjamaah pembangunan rumah dinas guru SMAN 2 Bangko di di Dinas Cipta Karya anggran pada tahun 2014 pembaguna tersebut berada di Jl Parit Atmo tersebut patut duga memang sengaja di biarkan semak belukar seperti kandang kerbau supaya tidak di lihat orang banyak dan jauh dari pantauan awak media dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM)

Berdasarkan data yang himpun rincian anggaran dana APBD pada tahun 2014 untuk pembanguna rumah Dinas Kepala Sekolah SMAN 2 Bangko pagu anggran sebesar Rp.1200.000.000(satu milyar dua ratus juta) rupiah

Untuk pembangunan rumah dinas guru SMAN2 Bangko lokasi di parit atmo (6 unit)Rp.1200.000.000(satu milyar dua ratus juta)rupiah anggran dana nya di duga di Mark up,dan kuat dugaan ada permainan terselubung meraup keuntungan. Dan diduga mengambil keuntungan lebih besar sehingga pembangunan tersebut terbengkalai/mangkrak serta tidak bisa di manfaatkan hingga kini.

Pada tahun 2015 lanjutan pembangunan rumah Dinas Kepala Sekolah SMAN 2 Bangko lokasi di Parit Atmo di anggarkan lagi sebesar Rp.1000.000.000( satu milyar rupia).Dan untuk lanjutan pembangunan rumah dinas guru SMAN 2 Bangko parit atmo 6 unit( 3 kopel) sebesar Rp.750.000.000 rupiah

“Sementara itu awak media sinarpagiindonesia.com mengkonfirmasi melalui via selulernya menganai pembangunanan tersebut kepada mantan Kadis Cipta Karya berinisial ISW.S.sos yang menjabat pada tahun 2015.

“Mengenai data dan foto pembangunan rumah dinas guru di kirim melalui watsaap pribadi nya dan pengakuan ISW.sos benar saya Kepala Dinasnya.Masalah pembangunan itu sudah lama bambang ,bahan nya banyak di curi orang,untuk lanjutan pembangunan anggran tahun 2015 dana nya tidak cair lagi “terang nya dengan singkat pada awak media ini.

Dari hasil pengerjaan pembangunan bermasalah tersebut,Ketua Harian Laskar Merah Putih(LMP) bung Wahyudi mengatakan,sudah selayaknya Kepala Kejaksaan Rokan Hilir (Kajari Rohil )untuk memanggil dan meriksa mantan oknum Kadis tersebut.

Apalagi waktu pengerjaan pembangunan rumah Dinas tersebut sudah cukup lama, bila perlu ‘tangkap dan penjarakan oknum oknum yang memakan uang negara’ yang notabene merugikan dan menyengsarakan masyarakat ucap Wahyudi mengakhiri.(spi/bmbng)