Fasilitas Bandara KNIA Ditingkatkan Guna Lindungi Penumpang dan Pengguna Layanan dari Covid-19

62

Medan, sinarpagiindonesia.com – Manajemen Kantor Cabang PT Angkasa Pura II (Persero) terus berbenah diri dalam menyesuaikan sejumlah fasilitas guna meningkatkan pelayanan bagi pengguna jasa kebandarudaraan dalam masa adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman dari Covid-19.

Bandar udara KNIA (Kuala Namu International Airport) telah menyiapkan dan meningkatkan sejumlah prasarana dan fasilitas bandara sebagai upaya perlindungan bagi petugas kebandarudaraan maupun pengguna jasa dari bahaya penyebaran Covid-19.

Excutive General Manager PT Angkasa Pura II (Persero) Bandar Udara KNIA Djodi Prasetyo mengatakan fasilitas-fasilitas tersebut memang sudah sepatutnya disesuaikan sebagai bentuk kepedulian KNIA terhadap keselamatan, keamanan serta kenyamanan pengguna jasa dan sebagai salah satu upaya nyata dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Ia mengaku pihaknya melayani pengguna jasa kebandarudaraan secara maksimal adalah hal yang utama yang tujuannya untuk memberikan pengalaman perjalanan (customer journey) yang menyenangkan namun tentunya juga aman.

“Yang jelas, target kami dalam penerapan protokol baru ini adalah untuk mewujudkan organisasi yang mampu beraktivitas secara efisien dan efektif guna menjaga konektivitas udara nasional. Kita tentu paham bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan dan transportasi paling efektif untuk menjangkau pulau-pulau ini adalah dengan transportasi udara atau pesawat,” kata Djodi, Senin (22/6/2020).

Dijelaskannya, salah satu fasilitas yang ditingkatkan dan disesuaikan saat ini di Bandar Udara KNIA adalah pemasangan pedal atau tombol kaki untuk mengakses lift, sehingga pengguna jasa dapat menekan tombol dengan alas kaki bukan dengan tangan yang pada intinya untuk menghindari sentuhan langsung dari orang ke tombol lift.

“Ada penyesuaian tombol elevator atau lift yakni di area Terminal tombol elevator atau lift kini disesuaikan sehingga dapat ditekan menggunakan alas kaki dari sebelumnya harus menggunakan tangan. Penyesuaian ini dilakukan untuk menghindari sentuhan langsung dari orang ke tombol lift,” ujarnya.

Selain itu fasilitas yang ditingkatkan, lanjutnya, body scanner atau body inspection machine.

Di Security Check Point 2 (SCP 2) sudah dioperasikan body scanner atau body inspection machine bagi avsec untuk memeriksa penumpang pesawat tanpa bersentuhan (touchless).

Penumpang pesawat cukup masuk ke dalam mesin body scanner untuk kemudian mesin tersebut melakukan pemeriksaan, apakah penumpang masih membawa barang tersembunyi atau tidak.

Hasil pemeriksaan akan diinformasikan di layar monitor.

Tak hanya itu saja, melalui Virtual Customer Assistant (VICA), kini masyarakat dapat bertanya langsung mengenai berbagai informasi dan pelayanan di bandara-bandara AP II secara virtual atau tanpa tatap muka langsung.

Layanan VICA menggantikan customer assistant secara fisik di terminal, dan bisa diakses melalui situs www.angkasapura2.co.id

Hasil pemeriksaan akan diinformasikan di layar monitor.

Tak hanya itu saja, melalui Virtual Customer Assistant (VICA), kini masyarakat dapat bertanya langsung mengenai berbagai informasi dan pelayanan di bandara-bandara AP II secara virtual atau tanpa tatap muka langsung.

“Saat ini Xray bagasi telah terpasang UV Sterilizer akan menyusul Eskalator, travelator dalam Area Terminal KNIA kini dilengkapi dengan UV Sterilizer guna menghilangkan virus, bakteri dan kuman di handrail. Alat pembersih ini terus bekerja dan difungsikan secara touchless guna mensterilkan handrail, mencegah penyebaran Covid-19,” ucap Djodi.

Fasilitas yang disesuaikan lainnya, terdapat wastafel otomatis. Seluruh wastafel yang ada di KNIA sudah menggunakan sistem otomatis, di mana pengguna cukup menaruh tangan di bawah keran, lalu air akan mengalir. Di seluruh terminal juga terdapat mesin hand sanitizer otomatis yang dapat digunakan dengan cara sama dengan wastafel otomatis.

“Fasilitas – fasilitas ini diharapkan mampu mencegah dan meminimalisir penyebaran Covid-19,” ucapnya.

Kata Djodi, bagi pengguna jasa bandar udara KNIA sudah dapat menggunakan travelation dengan cara menginstall aplikasi travelation guna mempermudah penumpang melakukan registrasi dan mengunggah dokumen untuk mendapatkan Pre-Clearance berupa QR Code di smartphone atau gadget pengguna jasa.

Masyarakat bisa mengunggah dokumen melalui aplikasi Travelation dengan mengakses https://travelation.angkasapura2.co.id.

Diakuinya, digitalisasi di segala aspek memang menjadi suatu keharusan terlebih di saat kondisi seperti ini. “Tuntutannya adalah efisiensi dalam hal waktu di tengah adanya prosedur tambahan yang harus dijalani penumpang pesawat, dan salah satu solusi adalah melalui Travelation,” ujar Djodi. (nt/red)