Alami Peningkatan Positif Covid-19, Kota Medan Masih Yang Tertinggi di Sumut

31

Medan, sinarpagiindonesia.com – Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sumatera Utara menyatakan jumlah pasien positif virus corona mencapai 1.467 orang per Minggu (28/6). Sebaran paling banyak masih berada di Kota Medan dengan 960 pasien.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Whiko Irwan mengatakan jumlah pasien positif virus corona di Sumatera Utara bertambah 20 orang sehingga total 1.467 pasien. Ada 383 orang lainnya yang telah sembuh.

“Untuk update data Covid-19 hari ini di Sumut pasien positif sebanyak 1.467 orang dari sebelumnya 1.447 orang. Kemudian pasien yang meninggal dunia sebanyak 92 orang dan pasien sembuh tercatat 383 orang,” kata Whiko di Medan, Minggu (28/6)

Whiko menjelaskan bahwa wilayah di Sumut dengan kasus corona tertinggi adalah Kota Medan dengan 960 orang. Dari jumlah tersebut, 58 meninggal dunia dan 242 telah sembuh dari infeksi Covid-19.

Setelah Medan, ada Kabupaten Deliserdang dengan pasien positif sebanyak 188 orang. Pasien meninggal dunia 14 orang dan sembuh 61 orang per Minggu (28/6).

“Selanjutnya Kabupaten Simalungun positif 80 orang, meninggal 2 orang dan sembuh 18 orang. Lalu Kota Pematangsiantar positif corona sebanyak 57 orang, meninggal 3 dan sembuh sebanyak 16 orang,” kata Whiko.

Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumatera Utara ada 202 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 1.102 orang.

Plt Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengakui pasien positif covid-19 di Kota Medan terus meningkat dalam beberapa hari terakhir. Para pasien yang dinyatakan positif itu merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Bulan Juni ini jumlah pasien positif covid-19 mengalami peningkatan. Ini kebanyakan berasal dari OTG yang kemudian dilakukan pemeriksaan dan hasilnya reaktif, dia tidak merasakan gejala sakit dan tetap beraktivitas seperti biasa yang pada akhirnya menularkan orang-orang di dekatnya seperti keluarga,” kata Akhyar.

Menurut Akhyar masih banyak warga Medan yang tidak mengenakan masker. Bahkan hampir 60 persen warga Medan masih belum patuh menggunakan masker. Kurangnya kesadaran warga menggunakan masker memicu semakin banyaknya penularan.

“Jadi tidak bisa hanya kami saja yang mencegah penularan ini tetapi juga harus dari kesadaran masyarakatnya. Pemko Medan juga terus melakukan razia penggunaan masker di tempat-tempat keramaian, mengingat masih banyak yang belum memiliki kesadaran untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan,” ucap Akhyar.

Saat ini, lanjutnya, Pemko Medan telah menyiapkan ruang isolasi di dua tempat antara lain di gedung P4TK dan Rumah Sakit Lions Club. Tempat isolasi ini dipersiapkan bagi masyarakat termasuk OTG, ODP (orang dalam pemantauan) dan PP (pelaku perjalanan) yang rumahnya tidak layak untuk dijadikan tempat isolasi.

“Kedua tempat isolasi ini sudah kami siapkan meskipun sampai sekarang tempat ini belum penuh digunakan,” jelasnya. (fn/red)