108 Sekolah Bintek Penggunaan Dana Bos Kadisdikbud, Kepsek Ikuti Peraturan Juklak dan Juknisnya

233

Subulussalam, www.sinarpagiindonesia.com – Bimbingan Teknik (Bintek) Pengelolaan Dana Operasional Sekolah (BOS) sesuai dengan Permendikbud no.8 Thn 2020 dan Permendikbud 19/2020, tentang petunjuk teknis Bos Reguler, Selasa 21/7/2020 di Aula Dinas Pendidikan kota Subulussalam.

Dalam rangka bimbingan teknik pengelolaan dana bos reguler tahun 2020 di dinas pendidikan dan kebudayaan kota Subulussalam, bagian manajer Bos Kadisdikbud kota Subulussalam, Zaini Rahman, Spd menjelaskan bahwa sistem pelaporan sekarang ada perbedaan secara online baik dalam penyusunan RKA, dan juga tahun ini dalam bentuk pelatihan terhadap kepala sekolah dari dana Bos di tiadakan. Kalau di tahun sebelumnya masih boleh di serap dari dana Bos untuk pelatihan Kepala sekolah dan dewan guru, namun di tahun 2020 karena dana APBK tidak ada lagi, hanya di kelola sesuai dengan kebutuhan peningkatan administrasi sekolah.

Penerima dana bos hasil dari data dinas pendidikan kota Subulussalam, jumlah sekolah yang menerima dana Bos anggaran APBN tahun ini sebanyak 108 sekolah. SDN sebanyak 85 sekolah, SMP Negeri dan swasta sebanyak 23 sekolah, jadi pelaporan pengelolaannya  sekarang secara online masing-masing sekolah, kata Zaini.

Dalam Bintek pengelolahan dana bos reguler ini selama tiga hari, pada hari ini wilayah kecamatan simpang kiri dan kecamatan penanggalan, besok untuk kecamatan sultan daulat, runding dan longkip.

Dalam rangka Bintek pengelolahan dana bos Kadisdikbud kota Subulussalam diharapkan dapat mengelola dana bos sesuai dengan amanah undang-undang dan sesuai dengan petunjuk mekanisme juknis dan juklak. Untuk melakukan seluruh penggunaan dana bos adalah dengan berpedoman melakukan sistem. Untuk melakukan pelaporan keuangan, baik pelaporan Kemendikbud dan kementerian keuangan. Jika Kepsek dengan Bendahara tidak paham dalam proses sistem tentu menjadi kendala pelaporan Admistrasi sekolah, juga kepala sekolah perlu menertibkan administrasi sekolah  Demi meningkatkan kualitas sekolah.

Tambah Sairun menghadapi Antisipasi penyebaran wabah Covid-19, setiap sekolah harus mengikuti anjuran tim gugus protokoler kesehatan pencegahan percepatan Covid 19, seperti menyediakan masker kepada siswa, cuci tangan, Handsanitaizer, pembuatan tong cuci tangan, menjaga jarak dan pengecekan suhu tubuh siswa. Dalam pengadaan barang dan jasa ini boleh di pergunakan Dana Bos. Sesuai kebutuhan (PBM) pembelajaran belajar secara tatap muka di sekolah, katanya. (spi/sjp)