“Kakan Kemenag Medan di Duga Gunakan Tangan Besi Untuk Menghalau Wartawan”

132

Medan,sinarpagiindonesia.com – Janan kini…di era keterbukaan informasi begini, masih ada saja upaya oknum pejabat negara yang merasa hidup seenaknya aja tanpa mau dikritik dan dianggap zaman Kuda Gigit Besi,seperti Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Medan (Kakan Kemenag Medan) IS yang coba bungkam wartawan diduga kewat tangan preman.

Kring, kring, kring, suara seluler kru Media Delegasi dipanggil oleh nomor tak dikenal, yang belakangan diketahui adalah BT salahsatu preman tersohor di Kota Medan. “Dimana kau dek, bisa kita jumpa malam ini di komplek jajanan malam Multatuli,” tanya, suara pria itu dari seberang seluler, kemarin.

Menyambut  ajakan yang tak biasanya itu lewat seluler tentunya sedikit mengundung tandatanya. “Apa petunjuk bang, apa kira-kira pembicaraan bang,” jawab kru Mediadelegasi memastikan jadwal dan agenda pertemuan.

Menanggapi pertanya itupun BT menjawab datar. “Tak ada, sudah lama kita tak ketemu ngopi-ngopi dulu kita, oke ya..” ungkapnya gamblang. Namun mengingat tak punya masalah dan urusan yang fatal serta sebelumnya juga sudah kenal, ajakan itupun diaminkan jurnalis.

Tapi anehnya, saat pertemuan di jajanan Multatuli, Kakan Kemenag Kota Medan sudah berada di situ. Tak ayal kedatangan kru jurnalis pun langsung disambut BT. “Macem mananya kau, bang Impun ini abang kita,” celutuknya kepada jurnalis.

Menanggapi itu, kru Jurnalis pun meluruskan persoalan. “Iya bang, kebijakan pak Impun ini, diduga tak sesuai dengan aturan yang berlaku. Ada pengurus Yayasan yang sah tapi orang-orang di luar pengurus Yayasan yang malah seperti dilegalkan mengurusinya,” jawab jurnalis mengklarifikasi persoalan.

Tak pelak Impun Siregar itupun menampik, dengan menyoal balik Yayasan Amal dan Sosial Mamiyai Al-Ittihadiyah tersebut. “Itu Yayasan kondisinya masih sengketa di pengadilan, jadi kami putuskanlah pihak Zulkifli Siregar yang menjalankan roda yayasan,” dalihnya mirip seperti pernyatannya di berita Mediadelegasi sebelumnya.

“Sudahlah itu…! Jangan kau berita-beritakan lagi,” timpal BT kepada jurnalis, sembari menambahkan, kalau aku masih mau nelpon berarti kita kawan, kalau sudah tak mau aku nelpon hati-hatilah. Menanggapi itu, jurnalispun berdalih. “Siaap ketua,” jawab jurnalis sembari izin meninggalkan lokasi.

Terpisah, kejadian mirip, terjadi pada salahsatu Ketua LSM Badan Investigasi Nasional Jhoni Anthoni Harahap  yang selama ini getol menyoroti persoalan Yayasan itu, “Aku di telpon Impun Siregar tadi, dia bilang aku tak menghormatinya dan dia akan mengadu ke ‘preman’ itu,” ungkapnya, kepada Mediadelegasi, dari seberang seluler.

Gawat juga pejabat Kemenag itu,  bawa-bawa preman dalam persoalan yayasan. “Kita laporkan saja Impun ya…?, aku nanti minta izinlah sama ‘preman’ itu biar kujelaskan duduk persoalannya, biar dia memahaminya,” ulasnya via sambungan udara kesal.

Dia juga menambahkan kalau persoalan Yayasan Amal dan Sosial Mamiyai Al-Ittihadiyah tersebut akan dibawanya ke DPRD Kota Medan, kita mau melaporkan Kemenag Kota Medan agar dikontrol oleh lembaga wakil rakyat tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama (Kakanwil Kemenag) Kota Medan Drs Impun Siregar MA dituding LSM Badan Investigasi Nasional Sumatera Utara diduga sulap alias merubah dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), yang diduga untuk memperkaya sekelompok orang.

Sebabnya, pentolan Kemenag Kota Medan itu mengaktifkan aku simpatika Kepala Sekolah (Kasek) Madrasah Tsanawiyah Perguruan Mamiyai Al-Ittihadiyah (MTs PMA) atas nama Abdul Halim Nasution yang diusulkan Zulkifli Siregar selaku ketua Yayasan Amal dan Sosial Panti Asuhan Mamiyai Al-Ittihadiyah (YASPAMA),yang belakangan terungkap tak mempunyai legalstanding.

Kemudian menolak dan tidak menindaklanjuti usulan akun simpati Kasek MTs Asrianto yang diusulkan YASPAMA yang diketua Rahmadiati Siregar dan memijliki badan hukum atau legalstanding setingkat SK Kemenkumham persisnya SP Anggaran Kemenkumham.

Menanggapi tentang beredarnya oknum pejabat Kemenag Kota Medan tersebut menggunakan tangan besi,Ketua Harian Laskar Merah Putih Sumatera Utara bung Wahyudi meminta kepada instansi terkait seperti Kakanwil Kemenag Sumut maupun Plt Walikota Medan untuk menanggil Kakan Kemenag Kota Medan tersebut untuk ditanya kebenarannya bila benar,”copot jabatannya”.karena wartawan dalam melakukan peliputan juga diatur dalam Undang Undang Pers ucap Wahyudi.(spi/tim)