Dalam Lawatan Kerja,Anggota Komisi VII DPR RI dan Kepala BPH Migas Temui Gubernur

136

Pontianak,sinarpagiindonesia.com – Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurrahman Dan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Kalbar dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan sektor Migas. Salah satu agendanya adalah pertemuan dengan Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, SH, M. Hum di Kantor Gubernur, Kamis (30/7/20).

Dua issu utama yang di bahas dalam pertemuan tersebut yaitu Pengawasan jenis BBM tertentu (solar subsidi) dan jenis BBM khusus penugasan (premium penugasan), kedua sinergitas dan dukungan dalam pembangunan Pipa Gas Bumi Trans Kalimantan.

Pada poin pertama berdasarkan data dari BPH Migas kuota dan realisasi JBT dan JBKP tahun 2020 untuk provinsi Kalbar adalah: JBT kuota 328.227 KL, realisasi sampai 20 Juli 2020 158.526 KL atau 48,30%, untuk JBKP kuota 273.854 KL, realisasi 150.242 KL atau 54,86%.
Maman Abdurrahman menyampaikan pada saat konferensi pers meminta agar kuota BBM subsidi yang telah ditetapkan oleh BPH Migas tepat sasaran dan dapat mencukupi hingga akhir tahun 2020 dan tidak terjadi over kuota seperti tahun 2019 yang disampaikan oleh Kepala BPH Migas dari kuota 311.094. KL realisasi 328.667,34 KL atau 105,13%.

Untuk itu Maman meminta Pemda benar-benar ikut aktif mengawasi penyaluran BBM subsidi tersebut.

Lebih lanjut Maman menyampaikan sesuai yang disampaikan BPH Migas perkembangan digitalisasi SPBU yang dilaksanakan oleh PT. Pertamina (Persero) telah mencapai 51% atau sejumlah 2.807 SPBU dari target 5.518 SPBU di seluruh Indonesia. Di Kalbar sendiri dari target implementasi 126 IT Nozzle yang tersambung dashboard PT. Pertamina Persero baru 24 SPBU atau 19%.

Sistem digitalisasi SPBU yang dikembangkan saat ini baru terbatas hanya untuk pencatatan volume transaksi, nilai penjualan transaksi. Dan pencatatan nomor polisi kendaraan yang dilakukan secara manual menggunakan EDC (electronic data capture).

“Saya harap program ini terlaksana sampai mencapai target 100 persen, sesuai janji Pertamina dan Telkom dimana selesai digitalisasi SPBU selesai seluruhnya Agustus 2020 dan kedepan lebih ditingkatkan dalam kualitas digitalisasinya. Seperti adanya monitoring dengan perangkat video analytic (CCTV).” Tegas Maman.(Spi/Ramsyah)