Laki : Kasus Proyek Sambas dan Mempawah Bila Cukup Bukti Segera tetapkan Tersangkanya

151

Pontianak, www.sinarpagiindonesia.com – Ketua Umum DPP Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Burhanudin Abdullah minta polisi segera menetapkan tersangka terhadap pelakunya bila ada cukup bukti terkait kasus dugaan korupsi proyek peningkatan jalan Tebas-Jawai (Sebentang)-Tanah Hitam di Kabupaten Sambas senilai Rp 12,2 Milyar dan kasus pembangunan gedung BP2TD di Mempawah yang melibatkan Ketua Kadin Kalbar JN dan Dinas PUPR Provinsi Kalbar.

Proyek ini bersumner dari APBD Kalbar lewat dinas PUPR, penawaran ini di buka pada 27 Maret 2019 lalu.

JN diperiksa terkait dugaan korupsi di BP2TD Mempawah dan proyek jalan di Tebas Kabupaten Samnas.

Pernyataan Burhan-panggilan akrabnya- yang cukup keras ini terkait kasus dugaan KKN atas proyek jalan di Sambas dan proyek pembangunan kantor BP2TD di Mempawah.

Kasus ini mulai heboh di Kalimantan Barat menyusul di geledahnya kantor Dinas PU Provinsi Kalbar dan kantor milik kontraktor JN sebagai pemenang lelang pembangunan kantor Balai Pendidikan dan Pelatihan Tranportasi Darat (BP2TD) Mempawah.

Keduanya sudah menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian Polda Kakbar. Sebelumnya JN Sempat mangkir pada panggilan pertama dengan alasan sakit

Namun sebaliknya, tambah Burhan, bila tidak ada bukti permulaan untuk menyeretnya kemeja hijau agar segera dihentikan kasusnya.

Di satu sisi, tambah Burhan, dia memberikan apresiasi kepada pihak Polda Kalbar yang berani mengungkap kasus dugaan korupsi ini ke publik.

“Dan saya berikan dua jempol, karena pihak kepolisian berani menggeledah ruangan kepala dinas PU Provinsi Kalbar dan ruangan kontraktor JN tandas Burhan.

Tapi dia berharap agar gebrakan ini jangan sampai menjadi gebrakan seremonial saja, tapi juga di lakukan penindakan serta penetapan tersangka bila sudah memenuhi unsur pidananya, artinya adanya gebrakan yustisi yaitu gebrakan berlandaskan hukum”, ujarnya.

“Barometer keberhasilan itu menurut saya bila sudah ada penetapan tersangka kepada pelakunya. Dari dari penyelidikan di tingkatkan ke penyidikan dengan penetapan tersangkanya”, tambahnya lagi.

“Dan hasilnya di publikasikan kemasyarakat, agar kasus yang ditangani ini menjadi terang benderang”, pintanya sambil dia menambahkan bahwa LAKI akan mengawal kasus ini sampai ke tingkat pengadilan. (Spi/tim)