Home / Semua Berita / Daerah / RSUD SIM Nagan Raya Lambat Tangani Pasien Hingga Meregang Nyawa

RSUD SIM Nagan Raya Lambat Tangani Pasien Hingga Meregang Nyawa

 

Nagan Raya,sinarpagiindonesia.com – Sungguh sangat memilukan dan sungguh miris.Nyawa seorang pasien seperti mainan di anggap pihak Rumah Sakit.Kejadian di kalangan keluarga pasien (sultan ) ayah keluarga pasien menjadi ajang pembicangan publik.Sungguh aneh kinerja dir – ( dr. Muhammad Iqbal, M.K.M., ). RSUD  SIM Nagan Raya tidak merasakan tanggungan terhadap nywa pasien yang bernama Sultan

Kejadian pada malam Rabu,pasien yang bernama Sulta sebagai pasien yang mengalami tidak bisa keluar kencing dan menahan rasa sakit segera di bawa pihak keluarga menuju rumah sakit ( RSUD SULTAN ISKANDAR MUDA )
Tapi sangat disayangkan,sesampainya di rumah sakit ( S I M ) sang pasien yang menahankan rasa sakit,seperti kurang mendapat perhatian.Dan pihak dari rumah sakit tidak cepat menangani pasien yang sudah merasa kesakitan dan akibatnya menimbulkan keributan yang membuat perbincangan di publik , sehingga menjadi berita yang sangat hangat bagi dr. Muhammad Iqbal M.K.M. sebagai direktur utama yang sangat bertanggung jawab dalam peristiwa ini .

Dalam undang undang Negara Indonesia mengabaikan pasien terutama dalam kondisi gawat darurat adalah pelanggaran serius.Dan ini diatur undang undang nomor 17 – tahun 2023 tentang kesehatan yang menggantikan undang undang sebelumnya dalam UU nomor / 44 / tahun 2009 tentang rumah sakit.

“Kami atas nama media sangat kecewa terjadinya peristiwa yang menyangkut nyawa manusia.Apakah dr. Muhammad Iqbal. M.K.M mengabaikan tentang informasi sehingga menjadi perbincangan publik sehingga menjadi tidak ada keseimbangan dalam peristiwa ini.Disini,pihak rumah sakit harus pertanggung jawab penuh terhadap pasien.

Penangan yang lambat menjadi masalah publik sehingga menjadi perbincangan dikalangan media seperti,salah satu media yang meminta kompensasi tapi diabaikan dari dr. Muhammad Iqbal.M.K.M sungguh luar biasa.

Menurut Salah seorang warga yang tidak ingin namanya di sebut mengatakan.Apabila Kepala Rumah Sakit tidak bertanggung jawab,dalam hal ini kepala pemerintahan harus mencopot kedudukannya sebagai Direktur Rumah Sakit ini.Ini harus menjadi atensi petinggi di Nagan Raya untuk mencopot Direktur RSU tersebut ujar nya pada awak media www.sinarpagiindonesia.com mengakhiri.(spi/haji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *