Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X melepas Kirab Merah Putih di Gerbang Barat Kompleks Kepatihan Yogyakarta.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, jajaran Forkopimda DIY, para pimpinan TNI dan Polri, pejabat pemerintah daerah, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya, dan sejumlah elemen masyarakat.

Sri Sultan mengatakan, Kirab Merah Putih menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran kebangsaan, terutama kepada generasi muda.

Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki nilai filosofis karena jarang digelar dan menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam suasana kebersamaan.

“Peristiwa seperti ini sangat bagus karena jarang, belum tentu setahun sekali ada. Harapan saya, peristiwa ini memberikan filosofis dalam batin untuk tumbuhnya rasa kebangsaan dari generasi-generasi, memberikan kesadaran bahwa kita perlu bangga menjadi bangsa Indonesia,” ujar Sri Sultan seusai melepas kirab.

Sri Sultan berharap masyarakat yang berada di sepanjang jalur kirab tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut memegang dan mengarak Bendera Merah Putih.

Menurutnya, keterlibatan masyarakat dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat tentang arti persatuan dalam keberagaman.

“Harapan saya, publik yang menonton di kiri kanan jalan itu bisa ikut pegang Bendera Merah Putih,” kata Sri Sultan.

Di sepanjang Malioboro, masyarakat dan wisatawan menyaksikan arak-arakan Merah Putih. Kirab juga diikuti mahasiswa, komunitas, serta berbagai elemen pemerintah dan aparat. Para peserta bersama-sama membawa bentangan Merah Putih dari Tugu Jogja menuju Titik Nol Kilometer.

Sri Sultan mengingatkan pentingnya menumbuhkan kebanggaan sebagai bangsa Indonesia sekaligus memahami bahwa persatuan dibangun di tengah keberagaman. Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan bangsa Indonesia yang perlu dipahami dan dihargai.

Bendera yang dibawa dalam kirab tersebut memiliki panjang 481 meter dan dibentangkan secara utuh. Sri Sultan menegaskan, bendera tersebut bukan terdiri atas potongan-potongan yang kemudian disambungkan.

“Yang penting benderanya sepanjang 481 itu tidak dijahit, utuh lho. Bukan potongan-potongan yang disambung,” tandas Sri Sultan.

Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjen TNI Yuniar Dwi Hantono mengatakan, panjang 481 meter memiliki makna simbolis. Angka empat melambangkan empat penjuru mata angin, sedangkan angka 81 merujuk pada usia Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini.

Menurut Brigjen TNI Yuniar, Kirab Merah Putih merupakan bagian dari rangkaian Jogja Merah Putih. Setelah digelar di kawasan Malioboro pada Sabtu (15/8), kegiatan serupa akan dilanjutkan di Pantai Parangtritis pada Sabtu (22/8).

“Kenapa kita adakan kegiatan ini adalah mengajak bahwa kita bersama-sama, tanpa perbedaan, menyadari bahwa kita adalah satu bangsa,” ujar Brigjen TNI Yuniar.(spi/red)