Home / Semua Berita / Daerah / Pelabuhan Tikus Dapur 12 Sagulung,Tempat Transaksi Gelap BBM Ilegal Bebas Beroperasi

Pelabuhan Tikus Dapur 12 Sagulung,Tempat Transaksi Gelap BBM Ilegal Bebas Beroperasi

Batam,sinatpagiindonesia.com –Pelabuhan tikus di kawasan Dapur 12 samping PT Marcopolo Shypiart, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, diduga kuat telah berubah menjadi sarang transaksi gelap bahan bakar minyak (BBM) industri ilegal.

Aktivitas ini berlangsung setiap hari dari pagi hingga malam hari yang diduga kuat dikoordinatori oleh pelaku berinisial P dengan modus yang sudah terorganisir dan merugikan negara secara besar-besaran.

Berdasarkan pantauan awak media di lokasi, sebuah tangki BBM industri dengan nomor polisi BP 8591 FA terlihat jelas sedang melakukan pengisian bahan bakar dari sebuah kapal kayu yang bersandar di pelabuhan tikus tersebut. BBM yang diambil dari kapal itu kemudian dibawa menuju gudang di kawasan Bintang Industri, Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, untuk ditimbun terlebih dahulu sebelum di distribusikan. (Selasa, 15/09/2026).

Dari lokasi penimbunan, BBM ilegal tersebut kemudian diedarkan ke kalangan industri maupun jalur Niaga Umum (NU) dengan harga yang jauh di bawah ketentuan resmi negara.

Praktik ini bukan sekadar pelanggaran perizinan, melainkan kejahatan ekonomi yang nyata. Pelaku diduga melakukan penggelapan pajak pembelian sekaligus pajak penjualan, sehingga BBM industri ilegal dapat dijual dengan harga miring yang tidak wajar.

Diketahui didalam kawasan Bintang Industri Tanjung Uncang, ada 3 buah gudang penyimpanan BBM industri yang tidak memiliki papan nama atau plang perizinan. Kuat dugaan ketiga gudang tersebut adalah pusat penimbunan BBM hasil transaksi ilegal di pelabuhan tikus Dapur 12. Keberadaan gudang-gudang ini semakin memperkuat dugaan adanya jaringan terstruktur yang mengelola peredaran BBM ilegal di Batam.

Untuk menjaga iklim usaha yang sehat, publik meminta aparat penegak hukum (APH) dalam hal ini Dirkrimsus Polda Kepri, Bea Cukai Batam, Ditjen Migas, dan Kejaksaan segera melakukan penyelidikan dan penindakan tegas terhadap jaringan ini.

Hingga berita ini diupdate , awak media masih berupaya mengkonfirmasi ke pihak-pihak terkait guna mendapatkan tanggapan resmi terkait dugaan transaksi gelap BBM industri ilegal yang dilakukan para perlaku di pelabuban tikus dapur 12 hingga 3 buah gudang penimbunan di kawasan bintang industri tanjung uncang.(spi/karin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *