Home / Semua Berita / Daerah / Hati Seorang Pengayom: Briptu Sukurdiara Bantu Renovasi Rumah Warga dari Sisa Gajinya

Hati Seorang Pengayom: Briptu Sukurdiara Bantu Renovasi Rumah Warga dari Sisa Gajinya

Subulussalam, www.sinarpagiindonesia.com – Di tengah hiruk-pikuk tugas menjaga keamanan dan ketertiban, ada sosok yang hadir bukan hanya sebagai pelindung, tapi sebagai sahabat bagi masyarakat. Dia adalah Briptu Sukurdiara, Babinkamtibmas Desa Penanggalan Barat, Polsek Penanggalan Polres Subulussalam — Polda Aceh bukti nyata bahwa pengabdian tidak terbatas pada seragam yang dikenakan.

Bukan sekadar aparat negara yang berdiri di pos jaga, Briptu Sukurdiara hadir di tengah warga dengan hati yang tulus. Ketika melihat rumah Ibu Marliana Caniago di Dusun Silak, Kecamatan Penanggalan Desa Penanggalan Barat, yang membutuhkan perhatian dan perbaikan, hatinya tergerak. Tanpa banyak bicara, ia menyisihkan sebagian gajinya — hasil kerja kerasnya sendiri — demi membantu meringankan beban warganya.

“Saya tidak melihat diri saya sebagai aparat yang jauh dari rakyat. Saya adalah bagian dari mereka. Jika Ada Masyarakat kesulitan, saya harus ada di sana. sesuai dengan Perintah Pimpinan Polisi Bersama Masyarakat — Briptu Sukurdiara

Kebaikan itu menular. Melihat ketulusan yang ia tunjukkan, hati masyarakat pun tergerak. Satu per satu warga datang, menyumbangkan tenaga dan kemampuan mereka. Yang tadinya hanya satu orang peduli, kini berubah menjadi semangat kebersamaan yang hangat. Rumah yang sempat rapuh, kini perlahan tertata kembali — bukan hanya dengan batu dan semen, tapi dengan ikatan kasih sayang antarwarga yang kian erat.

Ini bukan cerita besar yang penuh gemerlap. Ini adalah cerita sederhana namun luar biasa: tentang seorang pelayan masyarakat yang ingat — bahwa pelindung sejati adalah mereka yang juga peduli. Briptu Sukurdiara mengingatkan kita semua, bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil: peduli pada sesama, di mana pun kita berada.

Semoga kebaikan ini menjadi cahaya yang menerangi lebih banyak hati. Semoga semangat kepedulian ini terus tumbuh di bumi Subulussalam, menjadi bukti bahwa kita hidup bukan untuk diri sendiri, tetapi untuk saling menguatkan.

(spi/muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *