Home / Semua Berita / POLRI / Pabrik Produksi Sabu 1,2 Ton, Kapolri Langsung Turun ke Aceh

Pabrik Produksi Sabu 1,2 Ton, Kapolri Langsung Turun ke Aceh

Pidie,sinarpagiindonesia.com – Kapolri Jenderal polisi Suyudi Ario Seto turun langsung bersama aparat gabungan dari Bareskrim Polri, BNN, Brigjen Pol. –

( Dr. Dedy Tabrani, S.I.K., M.Si..)dan Bea Cukai( Erwin Situmorang ) Tim berhasil membongkar laboratorium gelap (clandestine laboratory) jaringan internasional ini dengan menyita barang bukti mencapai 1,2 ton sabu (dalam bentuk cair dan kristal) serta mengamankan 11 orang tersangka.

Keberhasilan pengungkapan kasus besar ini bermula dari informasi intelijen yang matang serta penyelidikan intensif yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir oleh tim gabungan. Pabrik haram tersebut diketahui berlokasi di kawasan pedalaman Kabupaten Pidie, Aceh, yang dipilih oleh sindikat internasional karena dianggap terisolasi dan sulit terdeteksi oleh aparat penegak hukum setempat.

Dalam tinjauannya di tempat kejadian perkara (TKP), Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa Polri tidak akan memberikan ruang sedikit pun bagi para bandar narkoba, baik lokal maupun jaringan internasional, yang mencoba merusak masa depan generasi bangsa di tanah air.

Beliau mengapresiasi kerja sama yang solid antara Bareskrim, BNN, Bea Cukai, serta Polda Aceh yang telah bekerja secara maraton demi membongkar jaringan sindikat kelas kakap ini.

Dari hasil pemeriksaan sementara, para tersangka memiliki peran yang terorganisir dengan baik, mulai dari penyiapan bahan kimia prekursor, proses memasak atau produksi sabu, hingga jalur distribusi yang melibatkan jaringan lintas negara.

Laboratorium gelap tersebut bahkan dilengkapi dengan peralatan modern yang didatangkan dari luar negeri untuk memproduksi narkotika berkualitas tinggi.

Saat ini, seluruh barang bukti berupa bahan baku kimia, peralatan laboratorium, serta 11 orang tersangka telah diamankan dan diboyong ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih mendalam.

Pihak kepolisian juga masih terus mengembangkan kasus ini guna memburu aktor intelektual atau gembong utama di balik pendirian pabrik sabu tersebut yang diduga kuat berada di luar negeri.
Melalui pengungkapan ini, aparat gabungan diperkirakan telah berhasil menyelamatkan jutaan jiwa anak bangsa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Polri berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan di jalur-jalur tikus dan pelabuhan tikus, khususnya di wilayah pesisir Sumatra yang kerap menjadi pintu masuk barang haram dari luar negeri. Masyarakat juga diimbau agar senantiasa proaktif melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar kepada pihak berwajib demi terciptanya Indonesia yang bersih dari narkoba.(spi/aji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *