Anaknya Sakit Di Malaysia, Kudriyani Minta Bantu PW GNPK-RI Kalbar Carikan Cara Pulangkan Prehatini Ke Indonesia

51

 

 

 

 

 

 

Pontianak, www.sinarpagiindonesia.com Kudriyani warga Pontianak Kalbar,yang berlamat di jalan khatulistiwa Gang Teluk Bayur Pontianak Utara,pagi ini memberikan kuasa kepada DPW GNPk-RI Kalbar untuk membantu urusan Pemulangan anaknya yang bernama Prehatini yang sekarang sedang sakit di Selangor Malaysia.29/11/2021.

Kudriyani mengatakan kalau anaknya pergi dari rumah sekitar tanggal 11 Januari 2020,tidak diketahui keberadaannya.dan baru diketahui pada Agustus 2021,kalau anaknya kerja sebagai TKI di Malaysia dan bekerja di rumah sakit Tengku  Ampuan Rohimah Selangor,Kuala Lumpur,sebagai Clening Service,terang Kudriyani.

Pada bulan November 2021 pihak keluarga baru mendapat info dari pihak rumah sakit Tengku Ampuan Rohimah,Selangor,Kuala Lumpur kalau Prehartini dalam keadaan sakit,merasa tak punya biaya dan tak tahu caranya untuk mengembalikan anaknya ke Indonesia/Pontianak, Kudriyani meminta dampingi oleh PW GNPk-RI kalbar untuk mencari cara bagaimana supaya anaknya bisa pulang.sehingga pada hari ini 29/November,2021,Ketua PW GNPK-RI Kalbar Ellysius Aidy.membawa ibu kudyani membuat laporan ke Badan Perlindungan Imigran Indonesia(BP2MI) UPT wilayah Kalbar yg diterima oleh Subkoordinator Perlindungan dan pemberdayaan,pihak BP2MI sangat merespon dan berterima kasih atas laporan Kami dan segera akan melakukan langkah langkah sesuai prosedur yg ada dan berkoordinasi dengan instansi terkait, terang Ellysius Aidy.

Ellysius Aidi mengatakan kalau ibu kudyani adalah termasuk orang kurang mampu dan buta hukum untuk itu  kami dari GNPK-RI,Kalbar menghibau pada  Pemerintah RI khususnya  pemerintah Kalimantan Barat untuk bisa membantu mempasilitasi kepulangan saudari Prehartini kembali ke Indonesia atau Pontianak,dalam kondisi apa pun karena keluarga merindukan nya,terutama jika melihat dari kiriman dan foto foto dari kawan nya yang berada satu kerja dengan Prehartini di Malaysia,sangat miris saya lihat foto tersebut ungkap Ellysius Aidy, ketua GNPK RI Kalbar,yang kebetulan diberi kuasa untuk mendampingi keluarga korban untuk melapor ke dinas BP2MI UPT wilayah Kalimantan Barat tgl 29 Nopember 2021 dan didampingi beberapa awak media seperti media Putra Bhayang kara ,Media Sinar pagi dan Media Sinar,Raya,tadi juga Kita langsung mengontak pak gubernur beliau Dan beliau langsung  menghubungi konsulat kita diMalaysia namun kontak disana belum bisa dihubungi, walikota Pontianak juga sudah saya hubungi beliau juga berusaha mencari solusinya,terang Ellysius Aidy.

Ellysius Aidy juga minta  kepada dinas BP2MI agar segera memproses kepulangan korban  kita melihat yang bersangkutan menurut org tuanya tidak ada pemberitahuan kepada pihak keluarga tahu tahunya yang bersangkutan telah berada diMalysia bekerja sebagai cleaning service disalah satu rumah sakit.
PW GNPK RI Kalbar berharap kepada pihak pemerintah Kalbar mohon dibantu atau difasilitasi melalui konsulat kita yang berada diMalaysia karena bagaimana pun yang bersangkutan adalah korban dari perdagangan manusia.dan hal  ini lagi kita,telusuri dan kita dalami,tapi untuk sementara waktu ini kita pokus pada bagai mana bisa pulangkan Prehartini ke Pontianak, Indonesia dalam kondisi apa pun yang terburuk sekali pun itu harapan keluarga terutama ibunya yang  terus menangis sejak mengadu ke lembaga kami terang Ellysius Aidy.
saya melihat ini tragedi kemanusiaan yang harus kita sikapi mungkin masih banyak korban korban lainya yang tidak terexpos, secara kemanusian sudah selayaknya Pemerintah Kalbar harus membantu nya terlepas suka atau tidak suka karena ini warga kita yang mendapat musibah,untuk agen yang memberangkatkannya, ya harus lah bertanggung jawab termasuk tempat korban ini bekerja sekirannya  ada yang bisa membantu,saya atas nama keluarga mengucapkan terima kasih yang  tak terhingga,Pungkas Ellysius Aidy.(Spi/dng)