Bahaya Narkoba Semakin Memprihatinkan,Aktivis dan Penggiat Rapatkan Barisan

52

Medan,sinarpagiindonesia.com – Bahaya Narkoba di negara kita ini sudah sangat memprihatinkan. Bahkan sudah mencapai tingkat “Darurat Narkoba”

Butuh kerjasama untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.
Kita harus dapat mengawali dan memeranginya. Agar bahaya Narkoba tidak semakin menjamur di tengah-tengah kehidupan kita, baik dalam berbangsa maupun bernegara. Untuk itu bekalilah diri kita agar dapat menjauhkannya. Keluarga serta lingkungan sekitar kita, juga di tuntut untuk dapat memerangi peredaran dan penyalahgunaan.

Didasari cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Aktifis serta Penggiat Anti Narkoba merapat barisan untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, di Sekretariat Anak Cabang GRANAT Kecamatan Medan Perjuangan Sabtu 21/5/2022 di jln Sehati No. 136 Medan

Diskusi yang mengambil suatu kesepahaman sikap, perlu adanya satu kata ” cintailah bangsa dan Negara mu dengan memerangi peredaran serta penyalahgunaan Narkoba”
Hadir dalam acara, pihak Polrestabes Medan S Hasibuan, Ketua Anak Cabang Kecamatan Medan Perjuang Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Drs. David Richard Simanjuntak, Seniman Anti Narkoba (SEGAN) Yusuf Ramli, Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyiaran Narkoba (LRPPN) Taufiq, Penggiat Anti Narkoba (PANNA) dan Generasi Anti Narkotika Nasional (GANN) Linda.
S Hasibuan menilai, saat ini Negara kita sedang mengalami Darurat Narkoba. Segeralah untuk berkoordinasi Ke Kesbanglinmas untuk dapat di hargai bahwa kita semua turut berperan serta memerangi peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba.

Jika ada kegiatan terkait hal- hal Narkoba, sertakan juga wartawan atau media Massa untuk menyiarkannya. Agar masyarakat tahu bahwa masih ada lembaga yang peduli untuk memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba, tegasnya.

Di kesempatan yang sama, aktifis anti Narkoba SEGAN Yusuf Ramli menambahkan, kami ini adalah seniman Anti Narkoba. Jadi melalui Seni kami terus menyuarakan kepada masyarakat untuk dapat menjauhkan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

Aktifis Anti Narkoba dari LRPPN mengingatkan, jika ada saudara atau kerabat dan siapapun yang sudah terkontaminasi Narkoba bawalah ke Lembaga kami (LRPPN) untuk kami rehab.
Kami akan mengajari mereka berkarya sesuai dengan keahliannya. Sedangkan yang tidak memiliki keahlian, akan kami ajarkan mereka untuk menguasai suatu bidang kerja. Dengan demikian akal pikir orang yang ketergantungan Narkoba secara perlahan akan lupa dan dapat pulih kembali ujar Taufiq.

Usai acara, aktifis dan penggiat anti Narkoba GRANAT kecamatan Medan Perjuangan, Drs. David Richard Simanjuntak mengatakan, kami sudah sangat prihatin melihat marak nya peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Maka dari itu, kami merapat barisan untuk memerangi nya dan menyelamatkan Para generasi bangsa.
Kenapa peredaran dan Penyalahgunaan Narkoba semakin marak, bahkan semakin merajalela. Oknum-oknum penyelenggara Negara pun sudah ada yang terkontaminasi Narkoba.

Baik dikalangan Legislatif, Judikatif dan lainnya juga sudah ada yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung, ujarnya.
Saya tidak mengerti atas semua ini, padahal Pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran untuk memerangi Peredaran dan Penyalahgunaan
narkoba. Apakah memang ” sengaja” melakukan pembiaran atau tidak. Yang jelas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba semakin marak dan semakin merajalela, ungkapnya.

Sebagai putra Daerah, Saya sangat prihatin karena Sumatera Utara tercatat di BNN, bahwa peredaran dan penyalahgunaan Narkoba terbesar di Indonesia, kata Richard.
Lanjutnya, saya berharap agar Diskusi Anti Narkoba tadi akan berjalan sesuai dengan rencana, untuk memerangi Peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Seluruh Rakyat (anak cucu-red) di NKRI ini harus dapat kita selamatkan dari bahaya Narkoba.

Untuk itu marilah kita secara bersama-sama memerangi Bahaya Narkoba. Kita punya kekuatan, baik di Darat, Laut maupun udara. Jangan kasih kesempatan, Narkoba masuk
bahkan beredar di NKRI. Jangan sia-siakan juga kepercayaan masyarakat, ujar Richard menambahkan. (Spi/imuh)