Bupati Kunjungi Sektor Wisata Pantai Silalahi Persiapan New Normal

280

Dairi,sinarpagiindonesia.com – Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu melakukan kunjungan ke beberapa lokasi wisata yang ada di pinggiran pantai Danau Toba di Kecamatan Silalahi, salah satu tempat wisata unggulan di Kabupaten Dairi, Sabtu (20/06/2020).

Kunjungantersebut, sebagai salah satu upaya persiapan Kabupaten Dairi, dalam memasuki era tatanan Normal Baru (New Normal) di seKtor wisata, direncanakan akan diterapkan dalam waktu tidak lama lagi. Penerapan ini dilakukan melihat kondisi status zona kuning Covid-19 Kabupaten Dairi, yang sedang diupayakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Dairi untuk menuju Dairi Zona Hijau.

“Jika sudah zona hijau, Dairi akan menerapkan New Normal atau tatanan Normal Baru, dimana aktivitas masyarakat dan akses wilayah,mulai dibuka termasuk tempat-tempat wisata dengan tidak melupakan penerapan protokol dan mendisiplinkan masyarakat Dairi untuk ikut berperan aktif memutus mata rantai penyebaran Covid-19 saat memasuki era new normal,” ujar Eddy Berutu.

Bupati didampingi Ketua TP PKK Kab. Dairi, Ny Romy Mariani Eddy Berutu mengunjungi beberapa pelaku usaha wisata yang ada di pinggiran pantai Silalahi, guna melakukan pengecekan penerapan protokol kesehatan yang harus tetap diutamakan, terlebih dalam persiapan lokasi wisata yang akan diterapkan new normal.

Salah satu tempat yang dikunjungi adalah Restoran Sopo Morina, Silalahi,dan menyapa sang pemilik sekaligus memberikan edukasi penerapan protokol kesehatan di tempat usaha yang menjadi salah satu tempat keramaian jika nantinya dikunjungi para wisatawan.

Meminta kepada pemilik restoran agar menyediakan wadah tempat cuci tangan dilengkapi kran air yang mengalir untuk digunakan pengunjung membilas tangan di pintu masuk restoran, penggunaan sarung tangan dan masker bagi pelayan restoran serta menerapkan physical distancing dengan membatasi jumlah kursi dan mengatur posisi kursi dan meja makan untuk pengunjung dengan minimal jarak 1 meter.

“Akses pintu masuk juga harus dikurangi cukup satu pintu masuk, sehingga setiap pengunjung yang akan masuk bisa dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun sebelum memasuki restoran. Kalau memungkinkan, setiap pengujung yang datang juga disiapkan face shield, termasuk pelayan restoran bisa menggunakan face shield, jika tidak ada gunakanlah selalu masker.

Transaksi pembayaran juga diupayakan dengan cara non tunai, atau dibuat semacam kotak yang dijadikan perantara pembayaran, menghindari sentuhan fisik langsung antara kasir dan pembeli. Ini semua standar protokol kesehatan di tempat umum seperti restoran dan rumah makan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Sehingga saat new Normal nanti kita sudah siap dan semakin disiplin dalam penerapan protokol kesehatan tersebut. Sehingga saat para turis datang kembali ke daerah ini, mereka nyaman dan kita tidak khawatir akan penyebaran virus Covid-19 tersebut,ungkap Eddy Berutu.

Morina Silalahi sang pemilik restoran mengaku sangat senang dikunjungi langsung Bupati Dairi, terlebih memberikan perhatian khusus di lokasi tempat wisata yang saat ini sudah sangat sepi akibat penutupan kawasan wisata selama masa Pandemi Covid-19 terkait penerapan protokol kesehatan di tempat usahanya.

“Sebelum ada Covid-19 puluhan wisatawan mancanegara hampir rutin datang per tiga bulan atau 4 bulan sekali ke tempatnya untuk bermain olahraga wisata air. Mudah-mudahan dengan new normal nanti ,kami siap untuk terapkan protokol kesehatan sebagaimana yang disampaikan ujar pengusaha itu.(spi/k.tumangger)