Daging Babi Asal Luar Dominasi Pasar Batam,Peternak Babi Lokal Resah

89

Batam,sinarpagiindonesia.com – Daging babi yang sudah dibekukan semakin hari semakin menguasai pasar Kota Batam dengan harga yang sangat murah, sehingga mengakibatkan dampak yang sangat luar biasa kepada peternak lokal.

Daging Babi yang sudah dibekukan di jual di sejumlah pasar di Kota Batam di duga kuat masuk secara illegal dari pelahuhan resmi tanpa pengawasan atau x-Ray yang tidak berfungsi.

Membludaknya daging babi asal luar negeri tersebut masuk ke Batam, diakibatkan lemahnya pengawasan dari pihak pihak terkait seperti Karantina dan Bea Cukai.

Menurut salah satu pengamat bisnis Kota Batam sekaligus Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Berantas Korupsi (Gebuki), “Pasokan daging Babi untuk kebutuhan di Batam biasanya dipasok dari peternak lokal yang ada di Barelang dan Pulau Bulan Kota Batam, namun temuan mengindikasikan bahwa di sejumlah pasar yang menjual daging Babi beku yang masuk secara illegal, dan harganya pun jauh lebih murah.” Ujarnya kepada awak media ini. (Minggu, 20/11/2022).

Tomas AE menambahkan, “dengan masuknya daging babi beku asal luar negeri tersebut dugaan dari Thailand dan Vietnam membuat para peternak lokal, baik yang di Barelang maupun yang di Pulau Bulan menjadi resah karena mengalami penurun penjualan yang sangat drastis turun hingga diangka 70%. Kan kasihan kita.” Cetusnya.

Masih menurut Tomas, “kalau memang daging babi beku tersebut masuk secara ilegal Via pelabuhan resmi, berarti beberapa Instansi terkait dalam hal pengawasan masuknya daging babi beku tersebut sudah jelas kebobolan gawang, semisal pengawasan masuknya barang ke Batam adalah Beacukai, yg mengawasi kualitas daging dan sayur mayur adalah Karantina Hewan dan Tumbuhan, sementara yg mengawasi dan menentukan kuota barang masuk adalah BP Batam, kinerja ke tiga instansi ini perlu dipertanyakan.” Cetusnya.

Dari hasil pantauan awak media ini dibeberapa titik pasar di Kota Batam, daging babi beku yang disebut-sebut masuk secara ilegal tersebut mudah ditemukan.Diantaranya di pasar Tiban Center, pasar Penuin, pasar Legenda, pasar Puja Bahari, pasar Cahaya Garden.

Salah satu peternak lokal di barelang yang tidak mau namanya di publikasikan membenarkan hancurnya harga pasar saat ini akibat banyaknya masuk daging beku yang dari luar itu.

“Daging beku yang dari luar itu lah yang menghancurkan harga, kita tidak dapat menjual ikut harga mereka yang sangat murah itu, sehingga penjualan ternak lokal saat ini turun drastis, padahal kami peternak lokal ini mau sekolahin anak dari sini mau ngapain pun berharap hasil ternak ini.” Ujarnya lemas sambil meminta agar namanya jangan di publikasikan. (spi/Karin)