“Dalam Menertibkan Pedagang,Oknum Satpol PP di Duga Aniayaya Mahasiswi USU”

656

Dairi,sinarpagiindonesia.com – Oknum Petugas Satpol PP Kabupaten Dairi dituding melakukan penganiayaan terhadap salah satu pedagang perempuan yang nota bene adalah seorang Mahasiswi USU Medan.

Arta Sitanggang (22) penduduk Jln.Cipta Sidikalang, Kabupaten Dairi, Sabtu (3/4) mengalami kaki terseleo pergelangan kaki sebelah kanan akibat diduga diinjak oleh petugas Satpol PP berjumlah tiga orang dalam menjalankan tugas penertiban pedagang di sekitar Pusat Pasar Sidikalang.

Arta Sitanggang kepada media ini di ruang UGD RS Umum Sidikalang mengaku jika pada saat penertiban dia berjualan ada di trotoar jalan di sekitar jalan Kalasen namun ada sekitar 3 orang oknumSatpol PP melakukan penertiban dan sehingga terjadi tarik menarik antara dia dan petugas.

Dalam kejadian itu oknum petugas Satpol PP menginjak nginjak kaki korban sehingga terkilir dan keseleo di sekitar pergelangan kaki sebelah kanan “kakiku terasa sakir sekali disebelah kanan dan bengkak gak bisa jalan” ujarnya meringis kesakitan di ruang UGD Rumah Sakit Umum Sidikalang.

Sesudah kejadian itu pihak keluarga korban awalnya membawa berobat ke Rumah sakit Katolik di sekitar Jalan sekolah namun oleh pihak medis menganjurkan agar korban di rujuk ke Rumah sakit umum Sidikalang agar mendapat pertolongan medis lebih lanjut untuk dilakukan foto apakah kaki korban mengalami cedera patah kaki atau retak tulang.

Ibu korban Hotmauli br.Naibaho dengan uraian airmata mengatakan merasa sakit hati sekali putrinya mendapat perlakukan kasar dari pihak oknum petugas Satpol PP sehingga mengalami cedera

” Didepan mataku sendiri dengan jelas, putriku di saroksok ( dianiaya-red) padahal putriku berjualan berada di trotoar jalan pake beko bukan berdagang di tempat umum” ujarnya sedih.

Menurutnya lagi petugas Satpol PP dalam menjalan tugasnya menertibkan pedagang adalah haknya namun tidak arogan janganlah sampai menyiksa apalagi terhadap seorang perempuan, tegas ibu kandung Arta Sitanggang .

Dalam kesempatan itu pihak keluarga korban bermohon agar Arta Sitanggang mendapat perawatan kampung ke dukun patah di sekitar Parbuluan karena ketiadaan biaya.

Hotmauli Naibaho dengan sedih lagi mengatakan mereka adalah orang susah makan tidak makan biarlah kami bawa berobat ke dukun patah karena biayanya bisa lebih murah ujarnya berurai airnata sedih.

Sementara itu Arta Sitanggang berharap atas cedera yg dialaminya akan mengadukan pihak oknum petugas Satpol PP bertanggung jawab atas sakit yang dideritanya.

Mereka harus bertanggung jawab atas apa yg dilakukan telah menganiaya dengan menginjak injak kakiku kalau tidak, mereka harus merarasakan sakit seperti yang saya alami, tegasnya meringis kesakitan hebat ketika akan di beri pertolongan medis.

Sementara itu ketika salah seorang oknum petugas Satpol PP bermarga Sigalingging dimintai keterangan keterangan di RSU Sidikalang mengatakan jika pihaknya ada menyorong beko Arta Sitanggang namun kena kakinya sedikit ujarnya kemudian tak memberikan komentar lebih lanjut dan berlalu dengan teman temanya dengan truk dinas dari RSU Sidikalang (spi/ginting)