Dana BOS di Duga Disalah Gunakan Oleh Mantan Kepsek SMPN 3 Bunga Mayang Lampura Pada Priode 2019

43

Lampura,sinarpagiindonesia.com – Tak tanggung-tanggung, diketahui nilainya mencapai 200 juta lebih, kuat dugaan dana tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi.

Hal ini juga diperkuat dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diterbitkan 2 Mei 2021 lalu.

Selain dana BOS Afirmasi tahun 2019 lalu, BPK juga menemukan sekitar 170 juta lebih dana BOS Reguler di SMPN 3 Bunga Mayang tahun 2020.

Atas temuan tersebut, BPK merekomendasikan Bupati Lampura untuk memerintahkan kepala dinas pendidikan kabupaten setempat agar pihak Kepsek SMPN 3 Bunga Mayang untuk memproses dan menyetorkan dana tersebut ke rekening sekolah dengan rincian:

Dana BOS Reguler tahun 2020 sebesar Rp 170 juta lebih. Selanjutnya, dana BOS Afirmasi tahun 2019 sebesar Rp 200 juta lebih. Total mencapai 400 juta lebih.

Sebelumnya, Kadisdikbud Lampura, Mat Soleh mengatakan, terkait hasil audit BPK RI tahun 2020 di Disdikbud Lampura, dia menegaskan kerugian negara harus dikembalikan oleh pihak sekolah.

“Hasil audit tersebut telah kita tindaklanjuti, dan diteruskan terhadap sekolah-sekolah yang telah merugikan negara maka harus melakukan pengembalian dalam batas waktu 60 hari kedepan” jelas Mat Soleh, diruang kerjanya, Selasa (8/6).

Sementara, sampai berita ini diturunkan eks Kepsek SMPN 3 Bunga Mayang, berinisial R belum dapat dikonfirmasi.(SPI/team/*)