Di Paluta Mobil Dinas Ahli Pungsi Menjadi Pengangkut Kayu”Ilegal”

103

Paluta,sinarpagiindonesia.com – Mobil Dinas di Paluta di duga di komersial kan oleh pejabat yang berwenang dengan mengangkut kayu olahan dengan tarif Rp 400 RB/ trip. Hal tersebut di ketahui ketika awak media sedang melintas di desa Hajoran Kec P Bolak Kab Paluta.

Saat kejadian tersebut tim langsung menyamperi dan meminta penjelasan. si supir mengaku klo dirinya di perintahkan oleh Kabag Umum Sekretariat Daerah.

“Saya di suruh Kabag Umum bang” jawabnya. Kemudian mobil dinas tersebut menurut nya adalah mobil dinas kebun (Bupati).

Untuk Kayu yang di angkut pengakuan supirnya adalah milik masyarakat. Dan saat itu keluarga masyarakat yang bersangkutan juga mengaku, kalo pake mobil Dinas pemkab Paluta tersebut dengan ongkos ± Rp 400rb/trip dia lebih murah. Kemudian mendengar keterangan masyarakat itu, si Supir tidak menyanggah dan tampak tak ada masalah.

Kabag Umum juga mengatakan Hal yang sama saat di konfirmasi di ruang kerjanya hanya saja masyarakat tersebut menurut nya minta tolong dan itu tidak di pungut ongkos.
“Mobil dinas tersebut ngantar anggota kebun milik Bupati bang, saat itu ketepatan ada masyarakat minta tolong dan tidak ada ongkos nya” jelas nya.

Sementara menurut kasubbag, Supir Full yang bertugas ada Lima Orang yang di pekerjakan di kantor sekretariat Daerah Kabupaten Padang Lawas Utara. Adapun Pengertian dari Supir full Di Sekretariat yang dimaksud adalah seorang supir yang Tugas dan Pungsinya adalah untuk Kepentingan Sebagai Supir Di Sekretariat Kantor Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara,setiap supir tidak dibatasi Kenderaan Dinas mana yang akan di kemudikan. Untuk supir yang bersangkutan sepengetahuan kasubbag tinggalnya di Paluta dan sebagai staf honorer atau TKS di sekretariat kantor Bupati Padang Lawas Utara.

Kasubbag Umum menjelaskan, bahwa mobil Dinas DPRD yang dikembalikan ke sekretariat kantor Bupati Ada 8 Unit (Delapan Unit) Kenderaan sebagai mobil Berplat Merah.

Menurut Keterangan yang di dapat dari beberapa sumber mengatakan Mobil Tersebut Sering di Gunakan Sebagai Transportasi Kebun Pribadi Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara.Hal Itu di katakan Oleh Supir yang membawa mobil Tersebut,juga di Perjelas Oleh Kabag Umum Kantor Bupati saat di konfirmasi 06 Desember 2021 oleh Akhiruddin Siregar di Ruang kerjanya mengatakan saat itu memang dipakai sebagai pengantar Para Pekerja Kebun Bupati Kabupaten Padang Lawas Utara bang ungkap beliau sambil beranjak melanjutkan pekerjaannya.

Sementara Ketua Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Pemburu Pelaku Tindak Pidana Korupsi Republik Indonesia (DPC.LPP-TIPIKOR RI) Akhiruddin Siregar mengatakan mengatakan,seharusnya Plat mobil dinas tersebut menggunakan Plat Berwarna merah (Plat Merah) Kok malah ditukar dengan Plat Hitam,apa itu tidak dinamakan pemalsuan milik Negara yang biasanya setiap Plat Kenderaan bermotor dikeluarkan berlogo Satlantas di setiap Plat kenderaan baik Pribadi apalagi Milik daerah.mengapa mengubah warna Bawaan Plat nomor Kenderaan?mengapa tidak memakai Plat merah sebagai pengenal Bahwa itu Mobil Pemerintah.

Dari beberapa Ciri bahwa Kenderaan milik pemerintah di duga di komersilkan atau digunakan untuk kepentingan yang menguntungkan pribadi atau kelompok dengan mencari untung sudah jelas berdasarkan beberapa perubahan yang di sengaja,yang membuat hal ini lebih mencolok ucap Akhiruddin Siregar

Padahal menurut Akhiruddin, Mobil yang seharusnya untuk kepentingan Kelancaran kantor malah dibuat sebagai kepentingan pribadi itu sudah salah,apalagi sebagai Kenderaan Kebun Bupati Padang Lawas Utara dan membawa Barang yang di duga ilegal apa masih bisa di biarkan tutup Akhiruddin Siregar saat memberikan keterangannya kepada Sinar pagi Indonesia.com.(spi/Srg)