Diduga Tidak Memahami UU Pers dan Keterbukaan Informasi Kabid PMD Nias Utara Ancam Wartawan Saat Hendak di Konfirmasi

458

NiasUtara,sinarpagiindonesia.com – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan desa atau disingkat PMD melalui Kabid Pemdes saat Dikonfirmasi tentang Proses pemilihan BPD Didesa Dahadanõ kecamatan Lotu, diduga melakukan pengancam terhadap wartawan dan menunjukan kearogansiannya, Senin (20/01/2020).

“Informasi yang didapat,Kabid Pemdes yang ada didinas PMD kebetulan satu marga dengan Bupati Nias Utara,sehingga membuat Kabid tersebut besar kepala dan arogan”.

Hal ini disampaikan Alius Nazara kabid Pemdes saat dikonfirmasi tentang proses pemilihan BPD Didesa Dahadanõ,

” Kami sangat dirugikan dalam Pemberitaan itu, kami dihakimi dan divonis telah melakukan sandra, Apa maksud kalian Ini, dan saya tidak menjawab apa yang kalian tanyakan kepada saya karena saya akan melaporkan Kalian, kata Alius Nazara yang kebetulan satu marga dengan bupati nias utara Dengan nada kasar dan membentak.

Diwaktu yang sama Edward Lahagu Ketua Relawan jokowi Center kabupaten Nias Utara , menangapi sikap Arogan Salah satu ASN ini

Mengatakan,” saya menduga jangan-jangan karena marga mereka sama dengan pak bupati membuat kesan Arogan yang berkelebihan ditampilkan Oknum ASN ini, namun perlu dicatat bahwa Oknum ASN ini diduga telah melakukan pelangaran Maal Administrasi yang kebetulan berhubungan juga dengan undang-undang keterbukaan publik,

Dari pantauan awak media, Dinas PMD melalui kabid Pemdes diduga telah menghalang- halangi tugas wartawan dan undang-undang keterbukaan publik no14 tahun 2008. (spi/tim)