GEMA PESU Minta Dit Pol Air Poldasu Melakukan Penegakan Hukum Diperairan Pantai Kualuh Leidong

1269

Labura,sinarpagiindonesia.com – Gerakan Mahasiswa Peduli Sumatera Utara (GEMA PESU) hari ini sekitar Pukul  16.00 wib Melakukan aksi di depan Mapolda Sumatera Utara meminta DITPOL AIR POLDA SUMUT supaya Memanggil Kasat Pol Air Labuhanbatu serta Dan Pos Airud Tanjung Leidong terkait diduga melakukan pembiaran terhadap beroperasi nya pukat hela dasar dua kapal atau paur trawl, centrang, dan pukat dorong yang diduga tidak memiliki izin SIPI Diwilayah pantai Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhanbatu Utara’Jumat 07/02/2020.

Amatan sinarpagiindonesia.com dilapangan  aksi demo berjalan lancar dan ada sekitar 15  mahasiswsa

Meminta DITPOLAIR POLDA SUMUT untuk memanggil dan memeriksa pengusaha saudara Ayu warga Desa Simandulang Labura yang diduga melakukan penangkapan ikan menggunakan pukat hela dasar dua kapal, atau pair trawl, yang bertentangan dengan PERMEN-KP NOMOR 2 TAHUN 2015 dan UU Nomer 45 2009 tentang Perikanan.

Setelah orasi berjalan sekitar satu jam perwakilan dari kepolisian E.H Manik Berjanji akan menyampaikan kepada Humas Polda Sumut apa yang menjadi aspirasi adek adek Mahasiswa atas aksi yang dilaksakan hari ini.

Sementara Jepri Ritonga Kordinator Aksi mengatakan Kepada Awak Media Tujuan dalam melakukan aksi ini hanya mewakili aspirasi masyarakat yang berada di Kualuh Leidong Labura, terkhususnya nelayan tradisional yang dimana  pendapatan nelayan disaat melaut menurun drastis, dan juga keresahan kami dikarenakan beroperasi pukat trawl, centrang dan yang lain nya sebagaimana larangan aturan hukum didalam PERMEN-KP Nomor 2 Tahun 2015, kami menduga bahwa saat ini lemahnya peranan di tubuh Kepolisian Labuhanbatu yaitu Kasatpol Air Labuhanbatu dan Komandan Pos Polair Kualuh Leidong dalam melakukan penanggulangan terhadap objek yang saat ini dibahas ditengah-tengah masyarakat hal ini bukan masalah baru, namun masalah ini sudah terjadi pada tahun 2016.

Kami juga berharap kepada DITPOLAIR POLDA SUMUT agar memanggil dan mengevaluasi KASATPOL AIR Labuhanbatu dan Komandan Polair Kualuh Leidong, serta kami juga berharap agar DITPOLAIR POLDA SUMUT  segera memanggil dan memeriksa Saudara Ayu yang kami duga sebagai pengusaha kapal besar di Simandulang tidak memiliki Surat Izin Penangkapan Ikan (SIUP) dan menggunakan alat tangkap berat seperti Pukat Trawl dan Centrang dan aturan yang tertulis di dalam PERMEN-KP 2/2015 dan UU Nomor 45 Tahun 2009 Tentang Perikanan.

Masyarakat hanya ingin julukan Ekonomi Maritim untuk Kualuh Leidong harus kembali lagi demi kemaslahatan kita bersama, dalam hal ini DITPOLAIR POLDA SUMUT harus jeli dalam melakukan penindakan, jika tidak kami akan datang lagi membawa massa yang lebih banyak,ucap Jepri(spi/Doni).