GNPK – RI Gandeng Tiga Media Untuk pelaksanaan Seminar Anti Korupsi di Kalbar

279

Pontianak,sinarpagiindonesia.com – Ketua PW Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia Kalimantan Barat (GNPK-RI Kalbar) Ellysius Aidy mengungkapkan pihaknya awal Desember mendatang akan menyelenggarakan seminar tentang strategi pemberantasan korupsi. Acara ini dilaksanakan terkait hari anti korupsi sedunia pada 9 Desember 2021.

“GNPK akan menggandeng tiga media online untuk panitia pelaksana sekretariat bersama (sekber) demi mensukseskan acara seminar anti korupsi ini”, ungkap Aidy kepad awak media ini, Senin (04/10/21) di Pontianak.

Ketiga media yang akan digandeng GNPK Kalbar untuk terlibat dalam pelaksanaan seminar anti korupsi ini masing masing media Sinarraya, Media Putra Bhayangkara dan media Sinar Pagi Indonesia.

Aidy menjelaskan, guna kelancaran acara seminar anti korupsi ini, pihaknya selaku koordinator sekber seminar minta Gubernur Kalbar, Kajati Kalbar, Polda Kalbar , Walikota, para bupati, kepala dinas , stakeholder dan para penggiat anti korupsi mendukung penuh kegiatan ini.

Tujuan pelaksanaan seminar ini menurut Aidy untuk memberikan pencerahan dan pendidikan kepada semua pihak agar tidak ada lagi adanya kasus kasus korupsi yang yang terjadi di Kalbar, “Jangan lagi menjadi momok yang menakutkan”, jelas Aidy.

Aidy menambahkan sekber seminar akan mengundang pembicara dari KPK, pengamat hukum, pengacara, mahasiswa, kepolisian Polda Kalbar dan Kejaksaan Tinggi Kalbar. “Kami ingin masyarakat bisa tahu tentang hukum dan pencegahan korupsi”, paparnya.

Menurut Aidy pemberantasa korupsi bukan saja menjadi tanggungjawab pihak KPK, Kepolisian ataupun Kejaksaan. “Tapi tugas masyarakat juga untuk mengawal para pemegang kekuasaan agar tidak melakukan tindakan korupsi”, ungkapnya.

“Kami bukan mau mengambil alih fungsi aparat terkait dalam pemberantasan korupsi, melainkan untuk membantu aparat penegak hukum mengawalnya sampai dijatuhkannya vonis yang berat bagi pelaku pelaku korupsi”, jelas Aidy.

“Sebab dari pantauan kami, banyak dana negara yang masuk untuk pembangunan, masih ada ditemukan pekerjaannya yang hancur lebur, ada yang tidak dikerjakan, ada yang terlambat pekerjaaanya dan ada yang di markup”, ungkap Aidy lagi.

“Dan banyak oknum aparat , kontraktor dan PPK serta kepala dinas yang di penjara gara gara terlibat kasus korupsi di seputaran anggaran proyek pemerintah ini”, tambahnya lagi.

“Pelaksanaan seminar ini merupakan salah satu sumbangsih kami dalam membantu pemerintah untuk mewujudkan aparat negara yang bersih yang jauh dari kasus korupsi”, tandasnya.

“Minimal kami bisa mengawal kasusnya hingga inkrah dan di vonis dengan hukuman yang setimpal”, ungkapnya lagi.

Aidy menambahkan, selain seminar panitia sekber juga akan mengadakan bhakti sosial ke beberapa panti asuhan.

Dia menambahkan, media masa juga punya peran penting dalam menyuarakan pesan pesan anti korupsi kemasyarakat dan sekaligus sebagai pemgontrol bagi pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsi nya apa lagi sekarang dengan berkembangnya teknologi jadi semua kejadian serta kegiatan yang ada mana pun dapat diakses oleh semua orang.(spi/dng)