Info Buat Kapoldasu:”Pengusaha Galian C di Biru Biru Diduga Kebal Hukum”

80

Biru Biru,sinarpagiindonesia.com – Masyarakat Dusun Buluh Nipes merasa kesal dengan ulah pengusaha galian C yang diduga seorang pemilik berinisial AB. Dan dirinya tidak memperdulikan Himbauan pemerintah camat Biru Biru yang sudah menyurati AB tersebut.

Ketika dikonfirmasi oleh awak media www.sinarpagiindonesia.com pada Selasa (11/05/21) sekitar pukul 12. 00.Wib,Camat Biru Biru mengatakan, sudah berulangkali melakukan penegoran bahkan sudah melayangkan surat tegoran agar jangan meneruskan pengorekan di tempat tersebut ujar pak Camat pada media ini.

Warga masyarakat juga sudah merasa jenuh dengan adanya galian C di tempat mereka tinggal.Salah seorang warga,yang namanya enggan ditulis mengatakan, jangan kami menjadi bringas karena ulah seseorang yang mencari keuntungan tapi,menyengsarakan warga.

Dia dan warga lainnya berharap agar Kapolsek Biru Biru dan Camat Biru Biru bersinergi untuk menghentikan kegiatan tersebut.”Masak pemerintah dan aparatur Kepolisian kalah dengan AB. Seharusnya mereka lebih berani mengambil keputusan atau oknum oknum tersebut sudah di” suap”dengan cukong galian C dibawah komando AB ucapnya.

Sementara itu Kapolsek Biru Biru Iptu Cahyadi ketika dikonfirmasi oleh media ini melalui telepon selular(HP) tidak mengangkat.Kemungkinan Kapolsek tengah Sholat Juhur, sehingga telepon ya tidak diangkat.

Dan,kalau tidak mampu, aparat Kecamatan ini sudah selayaknya menjadi PR bagi Kapolres, Bupati dan Kapolda Sumut.Sebab, AB dianggap “kebal hukum”. Sudah saatnya Kapolresta Deli Serdang melakukan penggrebekan dan menyita alat berat yang digunakan untuk beroprasi.

Galian C yang tidak punya ijin menurut masyarakat sudah lama ber oprasi di Dusun Buluh Nipes pengusaha tersebut telah merusak tali air untuk persawahan di Buluh Nipes untuk memelihara ikan emas. Masyarakat kesal karena pemerintah Kec Biru Biru diduga tutup mata begitu juga pemerintahan Desa.

Menurut masyarakat Buluh Nipes, pengusaha telah kordinasi bersama pemerintah desa di Kecamatan  Biru Biru akibatnya masyarakat mengalami kerugian cukup besar karena merusak tali air untuk tempat mereka mengkais rezki. Warga berharap agar Kapolda Sumut turun tangan, karena menurut masyarakat, pengusaha sudah kordinasi dengan Kapolres terang masyarakat mengakhiri.(spi/umi)