Ketua Harian LMP Mada Sumut Mengutuk Keras Atas Pembunuhan Wartawan di Simalungun

253

Sumut,sinarpagiindonesia.com – “Ketua Harian Laskar Merah Putih Markas Daerah Sumatera Utara (LMP MADA SUMUT) bung Wahyudi mengutuk keras pelaku pembunuhan terhadap seorang Jurnalis di Kab Simalungun Sumatera Utara”.

Aksi teror terhadap jurnalis di Sumatera Utara (Sumut) terus saja terjadi.Masih dalam hitungan hari dan tenggang waktu tiga bulan belakangan ini aksi teror dilakukan orang tidak dikenal (OTK) terhadap jurnalis.Belum lagi terungkap kasus pembakaran rumah orang tua wartawan di Binjai.

Kini, semakin parah dan belum ada satu pun  terungkap seperti rumah orang tua Leo Depari salah seorang wartawan yang juga cukup pokal,di Pancur Batu hingga kini mengambang. Kejadian-kejadian yang menimpa jurnalis sudah tidak pantas dan tidak wajar lagi karena jurnalis memberitakan yang nyata dan apa yang dilihat tanpa ada rekayasa.

Walaupun dilindungi oleh UU PERS No 40 Tahun 1999 tentang Pers sepertinya para mafia judi,mafia narkoba tidak gentar di sinilah,para penegak hukum bisa memahami tugas jurnalis tersebut. Sebagai kontrol sosial diteror bahkan sampai dibunuh,diduga terkait pemberitaan maraknya Judi dan Peredaran Narkoba yang saat ini begitu maraknya di Sumut hingga ke pelosok pelosok Desa.

“Dalam hal ini Ketua Harian LMP Sumut meminta kepada bapak Kapoldasu untuk mengungkap kasus-kasus yang menimpa jurnalis di Sumut, khususnya kasus pembunuhan terhadap Marshal Harahap Pemred media online lasernewstoday. com yang ditemukan tewas ditembak dua kali dibagian dada dan pahanya, ini sudah keterlaluan dan tidak bisa didiamkan lagi”, ucap Wahyudi

Rekan kita,adalah pejuang untuk rakyat, sebagai Jurnalis untuk menginformasikan.saya kepada masyarakat agar mengetahui bahaya nya judi dan narkoba.Semasa hidupnya Almarhum aktif memberitakan kegiatan-kegiatan yang melanggar hukum seperti judi dan narkoba serta yang lainnya, khususnya di wilayah Siantar dan Kab Simalungun.  “Apakah tewasnya saudara Marshal ada kaitannya dengan pemberitaan yang dieksposnya tentang dugaan peredaran narkoba, ini tantangan bagi pihak Kepolisian untuk mengungkap penyebab dan mencari pelaku pembunuhan Marshal”, Harap ucapnya.

Dalam kasus penembakan Marshal ini, Presiden Republik Indonesia (RI) Bapak Joko Widodo atensikan kepada Kapolri dan Kapoldasu serta Pangdam untuk mengungkap kasus pembunuhan seorang Pimpinan Redaksi yang ditembak mati oleh orang tak dikenal tersebut (OTK) .

“Kami sebagai wartawan, tugas nya sebagai kontrol sosial, janganlah dibuat macam binatang dengan  seenaknya saja dihabisi, perlu diingat tanpa wartawan, rakyat bisa bodoh, tanpa wartawann kejahatan merajalela,dan pengungkapan berita mandek jadi, kami minta atensikan pengungkapan kasus pembunuhan Marshal Harahap”, ucap Wahyudi SP yang juga sebagai Pimpinan Redaksi media Online www.sinarpagiindonesia.com

Sebagaimana diketahui bahwa rekan kita Marasalem Harahap atau akrab disapa Marshal, meninggal dunia usai ditembak oleh Orang Tak Dikenal (OTK) pada Sabtu (19/6/21) dini hari.

Menurut keterangan Hasanuddin Harahap yang merupakan abang kandung dari Marshal mengatakan, adiknya tersebut ditemukan pertama kali oleh warga sekitar 300 meter dari rumahnya di Huta 7 Pasar 3 Nagori Karang Anyer Kabupaten Simalungun, Sumut.

Atas kejadian ini, pihak keluarga minta pihak kepolisian segara mengusut kejadian yang menyebabkan Marasal Harahap meninggal dunia. “Kami minta pihak Kepolisian segera mengusut secara jelas penyebab adik kami ini meninggal dunia”, tegasnya.(spi/ydi)