Kursi Sekda Sumut Masih Kosong

32

Medan,sinarpagiindonesia.com – Kursi Sekretaris Daerah ( SEKDA ) Provinsi Sumatera Utara masih kosong, setelah

Hj Sabrina pada 1 Juni 2021 lalu pensiun.
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi dikabarkan menunjuk Afifi Lubis sebagai Pelaksana Tugas (Plt).

Menyikapi hal tersebut, anggota DPRD Sumut dari fraksi PAN Yahdi Khoir Harahap mengusulkan agar Edy Rahmayadi ‘jeli’ menempatkan sosok figur yang pantas menduduki jabatan strategis tersebut.

Menurut Yahdi, figur idaman yang layak menempati posisi Sekda Provsu adalah sosok yang menguasai dan mengenal betul Sumatera Utara, baik dari segi kewilayahan maupun pemerintahan.

Selain itu, sosok tersebut juga harus berpengalaman, setidaknya sudah pernah memegang beberapa jabatan penting di Pemerintahan terutama di Pemprovsu. Sosok yang memiliki jenjang karir baik dan jelas di birokrasi terutama di Pemprovsu (diutamakan pejabat karir di Pemprovsu).

Bahkan, sosok tersebut juga harus memiliki track record dan tidak pernah tersangkut masalah/kasus terutama korupsi.

“Itu bagian dari sosok yang menurut saya penting diperhatikan gubernur,”ketusnya.

Anggota Komisi D DPRD Sumut tersebut juga meminta agar sosok tersebut juga memiliki kapasitas dan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni. Memiliki jiwa kepemimpinan dalam mengelola manajemen pemerintahan. Mampu menjadi ‘dirigent’ yang baik dalam mengatur irama semua komponen Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menuju Sumut Bermartabat.

Selanjutnya, sosok memiliki integritas dan komitmen kuat membangun pemeritahan bersih dan berwibawa, dekat dan dipercaya oleh Gubernur dan Wagub serta loyal dalam membantu kinerja Gubernur/Wagub.

Begitu juga, sosok tersebut harus kaya akan gagasan, daya inovasi dan kreatifitas serta mampu menerjemahkan ide-ide dan keinginan Gubernur dalam membangun Sumut sesuai dengan visi misi dan RPJMD. Sosok yang realistis, apa adanya, tidak pragmatis, apalagi Asal Bapak Senang (ABS).

“Beberapa kreteria itu juga penting,”ujar Yahdi.

Gubernur juga harus memperhatikan sosok yang mampu membangun hubungan baik dengan seluruh stack holder pemerintahan, mampu menjadi pelayan masyarakat Sumatera Utara utamanya dalam rangka mewujudkan prinsip pelayanan prima.

Terakhir, kata Yahdi, last but not least, sosok yang mampu menjadi jembatan dan penyeimbang dalam membina hubungan kemitraan, setara, selaras dan seimbang antara Eksekutif, gubernur dan wakil gubernur, dengan Legislatif (DPRD sebagai Wakil Rakyat). Sehingga tercipta pemerintahan yang stabil dan kondusif, semangat dan amanat dari UU No. 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Terpisah, Sutrisno Pangaribuan menilai bahwa Sumut membutuhkan sosok sekda yang jujur dan tidak suka berbohong. Tidak bisa ditekan oleh siapapun dalam menjalankan tugas.

Anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 tersebut juga meminta agar sosok sekda harus berpandangan imparsialitas, berdiri di atas semua kepentingan. (spi/imuh)