NCW Kalbar Apresiasi KPK Ungkap Kasus Besar Di Kalbar Yang Melibar Cukung Kelas Kakap

57

Pontianak, www.sinarpagiindonesia.com Penggeledahan kantor PT.SIMBA di Wajok, milik cukong kelas kakap Siman Bahar, pengusaha cukup dikenal di Kalimantan Barat oleh Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada tanggal 17 September lalu mendapat tanggapan dari sejumlah LSM setempat, antara lain dari Nusantara Coruption Watch (NCW) Kalbar dengan investigatornya Ibrahim MYH.

Menurut Ibrahim dengan adanya penggeledahan oleh tim KPK ini, NCW Kalbar memberikan apresiasi, karena selama ini cukong cukong besar di Kalbar yang berpotensi merugikan negara dari sektor pajak susah disentuh hukum. “Di duga ada permainan oknum aparat”, paparnya.

“Ini juga merupakan pukulan telak bagi Aparat Penegakan Hukum (APH) di Kalbar”, jelas Ibrahim menjawab pertanyaan awak media.

Dia juga mengharapkan agar KPK menyoroti permainan oknum petugas di Kalbar terkait mulusnya praktek penambangan emas tanpa ijin (PETI).

“Sebab selama ini, penjarahan hasil tambang berupa emas, masih belum menyentuh cukong besarnya”, ungkap Ibrahim.

“Apakah KPK juga tahu seberapa banyak dan seberapa lama praktek PETI di Kalbar ini beroperasi yang sepertinya tak pernah berhenti..?!”, ungkap Ibrahim kepada awak media yang minta tanggapannya, Sabtu (25/09) diruang kerjanya di Pontianak

NCW Investigator Kalbar ini mengamati tentang penangkapan pelaku PETI di Ketapang di jalan Pelang beberapa waktu lalu yang sepertinya main – main.

“Kok hanya satu exavator dan hanya empat orang karyawan saja pekerjanya diberangus oleh Kapolres Ketapang beserta jajarannya”, ungkapnya.

“Sedangkan info yang diterima oleh NCW Investigator Kalbar, ada sekitar ratusan alat berat berupa exavator yang digunakan oleh para pekerja PETI selama ini”, paparnya lagi.

“Apakah pihak Polres Ketapang tidak tahu hal tersebut..?!”, tanyanya.

“Jika ada sekitar ratusan alat berat seperti Exavator, pertanyaannya, siapa – siapa cukong PETI di Ketapang tersebut ?”, ujar Ibrahim bertanya lagi.

“Berdasarkan info yang berkembang di masyarakat, Para Cukong PETI tersebut sudah diketahui berinisial AL, AH”, ungkapnya lagi.

“Para Cukong PETI di Ketapang tersebut seperti orang kuat, kebal hukum ?”, tambah Ibrahim lagi.

“Jika kita ketahui statmen bapak Kapolri, bahwa jangan ada lagi hukum tajam ke bawah, tumpul ke atas,” jelasnya.

Terkait penggeledahan yang dilakukan oleh KPK di Kantor PT. SIMBA, sempat menghebokan, karena pemiliknya Siman Bahar sebagai pengusaha cukup dikenal dan dekat dengan sejumlah pejabat tertentu. “Saya juga sangat terkejut, akhirnya orang kuat ini bisa berurusan dengan hukum”, ungkap Ibrahim.

Ibrahim mengharapkan agar kasusnya bisa terungkap secara transparan hingga sampai pengadilan. “Kami akan kawal kasus ini, sampai ke pengadilan”, ungkapnya.

Menurut Ibrahim, sangat Ironis, kasus PETI di Kalbar yang telah ramai dibicarakan di Komisi III DPR RI baru – baru ini, diduga ada manipulasi pajak Impor Emas sekirar Rp. 47,1 Triliun.

“Pertanyaannya, apakah ada indikasi Many Loundry..?! Jika Emas Ilegal mentah dibawa ke luar negeri dan setelah jadi emas batangan seperti legal dikirim lagi ke dalam negeri..?! Perlu dilacak oleh Aparat Kepolisian agar tindakan KPK atas penggeledahan tersebut tidaklah sia – sia belaka”, pinta Ibrahim.

“Kasus ini sudah Viral tinggal sampai sejauh mana kejelian pihak Aparat Penegak Hukum di Kalbar ini apakah mau peduli dalam melakukan penanganan hukum sebagimana yang dimaksud oleh pak Kapolri, Bahwa tidak boleh ada lagi Hukum tajam ke bawah tumpul ke atas”, jelasnya. (spi/tim)