Palsukan Kartu Vaksin,Relawan Covid 19 di Tangkap Polsek Batam Kota

49

Batam,sinarpagiindonesia.com – Seorang relawan Covid-19 berinisial AA (20) berhasil ditangkap Unit Reskrim Polsek Batam Kota karena terlibat dalam kasus pemalsuan kartu vaksin Covid-19.

Kapolsek Batam Kota, AKP Nidya Astuty menjelaskan, tertangkapnya AA berawal dari informasi adanya penambahan data jumlah peserta vaksin Covid-19 di Puskesmas Botania pada Senin (12/7/2021).

“Berdasarkan data aplikasi P-Care Vaksin terdapat data sebanyak 357. Namun saat dilakukan pengecekan secara manual didapati data hanya berjumlah 338 peserta sehingga diketahui ada kelebihan 19 peserta,” kata AKP Nidya Astuty.

Lanjut AKP Nidya, berdasarkan hasil penelusuran melalui aplikasi P-Care memang didapati ada penambahan peserta vaksin dosis satu. Namun, penambahan tersebut hanya berjumlah 7 peserta remaja dan 1 dewasa.

“Berdasarkan temuan itu kami langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menangkap AA di kediamannya di bilangan Tiban MC Dermot, Sekupang, Selasa (13/7/2021) lalu. Polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 19 kartu vaksinasi covid-19 dari Puskesmas Botania, 12 lembar kartu vaksinasi covid-19 dari Puskesmas Galang, 7 lembar kartu vaksinasi covid-19 manual, 6 lembar KTP, dan 5 lembar kartu vaksinasi Covid-19 yang belum terisi, serta sejumlah telepon genggam.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Ipda Yustinus Halawa menjelaskan, dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa AA merupakan relawan yang yang direkrut oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kepri sehingga AA bisa dengan mudah masuk ke dalam sistem registrasi.

“AA mengaku mendapatkan paswword untuk masuk ke dalam sistem melalui WAG Dinas kesehatan yang dia ada di dalam group tersebut,” katanya.

Untuk melancarkan aksinya, AA bekerja sama dengan seorang perantara untuk mencari warga yang membutuhkan kartu vaksin. Dari setiap kartu vaksin yang dibuatnya, AA meminta bayaran Rp 100 ribu hingga Rp150 ribu. Kartu vaksin yang dibuat oleh AA diketahui telah digunakan oleh beberapa orang.

Kartu vaksin tersebut bahkan bisa digunakan dengan menunjukkan sertifikat vaksin melalui SMS dari Menkes sebagai syarat di tempat bekerja maupun sebagai syarat pengurusan administrasi. Padahal, pemegang kartu tersebut sama sekali belum pernah divaksin. Hingga kini polisi masih mendalami kasus tersebut.(spi/Karin)