Pdt Berkat Kurniawan Laoli Minta Gubsu Amanah Benahi Nias

29

Medan,sinarpagiindonesia.com – Persoalan masyarakat Kepulauan Nias harus menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) di bawah komando Gubernur Edy Rahmayadi. Sehingga, masyarakat Nias dapat merasakan amanah yang berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya melihat seperti itu. Pasalnya, persoalan yang dihadapi masyarakat terhadap kesejahteraan sosial masih terus dirasakan, meskipun selalu diteriakkan,”sebut anggota DPRD Sumut Pdt Berkat Kurniawan Laoli SPd kepada wartawan diruang kerjanya fraksi NasDem DPRD Sumut, Senin (15/11).

Berkat menjelaskan, selama melakukan reses di 5 (lima) Kabupaten/Kota di kepulauan Nias selama 5 (lima) hari sangat banyak ‘PR’ pemerintah, khususnya pemerintah Sumatera Utara yang harus diselesaikan. Termasuk masalah kelangkaan pupuk subsidi di Desa Bawo Zaua.

Dimana, kata Berkat, akibat kelakaan itu, harga pupuk melambung hingga mencapai Rp250 ribu per sak dari harga normal Rp125 /sak. Parahnya, meskipun harganya melambung, pupuk tersebut pun masih langka dilapangan, sehingga para petani menjerit, bahwa terancam hasil taninya tidak maksimal.

Selain itu, tambah Legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) Nias itu, masyarakat juga mempertanyakan pembudayaan bibit tani dari pemerintah, termasuk keberadaan jalan tani. Begitu juga, mengenai pengoptimalisasi sungai Dra dalam mengaliri persawahan.

“Beberapa ruas jalan juga banyak yang rusak di Nias, terutama jalan yang menghubungi jalan provinsi. Itu diakibatkan kualitas aspal yang rendah, diperkirakan ada 16 km panjang jalan yang saat ini rusak parah,”terang anggota Komisi A itu.

Berkat juga menambahkan, persoalan pendataan BPJS, PKH dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) juga masih ditemukan. Padahal, persoalan itu sering disampaikan, namun hingga kini belum direalisasikan dengan baik.

Atas pengaduan dari aspirasi masyarakat itu, Berkat berharap agar Pemerintah Sumut di bawah komando Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi untuk lebih serius menanggapi permasalahan dihadapi warganya. Janganlah Nias di anak tirikan dari daerah lain. Karena, Nias juga wilayah Sumatera Utara, sehingga porsi anggaran yang dikucurkan ke Nias juga harus sama dengan daerah lain.

“Kalau saya lihat, kepropesionalan penganggaran yang belum tepat untuk kepulauan Nias. Itu dapat dilihat, dengan tidak ada projek pengerjaan dari cipta karya dan dinas PSDA, kalaupun ada masih minim,”ketusnya.

Berkat bertanya, apakah permasalah masyarakat kepulauan Nias masih dianggap belum penting. Padahal, setiap pokok pikiran selalu dituangkan dalam laporan ke Pemrovsu, namun tidak ada solusion yang diberikan.

Padahal, lanjut anggota Bapemperda DPRD Sumut itu, kalau saja pemerintah Sumut memberikan perhatian, kepulauan Nias akan mampu menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk Pemrpovsu. “Itulah yang saya tegaskan, jangan sampai apa yang dipikirkan masyarakat benar apa adanya, bahwa gubernur masih kurang perhatian ke masyarakat Nias,”ucap Berkat.

Sebelumnya, Pdt Berkat Kurniawan Laoli SPd dalam reses berbagi kasih dengan masyarakat berupa beras sebarat 8 ton. Dengan harapan, pemberian tersebut dapat meringankan beban dimasa pandemi cavid-19.

“Berbagi kasih itu merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat, semoga dengan kepedulian itu dapat meringankan beban masyarakat di Bu masa pandemi covid 19,”terang Berkat mengakhiri. (spi/imuh)