Pejabat Desa Ujung Teran Tiga Lingga Diduga Berusaha Intimidasi Wartawan Terkait Proyek Fisik

320

Dairi,sinarpagiindonesia.com –Bagaimana jadinya jika seorang Kepala Desa tidak mampu berkomunikasi dengan pertanyaan Wartawan secara baik bagaimana pula dia bisa berkomunikasi ke masyarakatnya secara prima.

Peruntukan anggaran dana desa, desa Ujung Teran Kecamatan Tigalingga TA.2023 diduga sarat muatan KKN utuk memperkaya segelintir oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi.

Dari beberapa informasi yang layak dipercaya menyebutkan jika pelaksanaan proyek pengerjaan fisik desa, bernilai lebih kurang 700.000.000, bidang pelaksanaan pembangunan desa dinilai ada beberapa item pekerjaan kurang baik dan adapula kesannya anggaran di mark up.

Untuk mengetahui kebenarannya beberapa Jurnalis Kabupaten Dairi,Rabu (6/9) melakukan investigasi lapangan ke Desa yang dimaksud.

Anehnya kantor desa semestinya tempat pelayanan publik desa tidak ada seorangpun perangkat desa terlihat padahal masih sekitar pukul.11.30 siang hari.

Sementara dari hasil pantauan Wartawan fisik pekerjaan perkerasan jalan di dusun Perpulungen 385 ×3 M bernilai Rp.167.000.000 terlihat kesannya asal jadi tidak rata dan batu pecah ditempatkan secara asal, dan lapiisan sirtu terlihat banyak tidak melapisi pori celah batu.

Kamar mandi di dusun Pea Sanggar yang sudah selesai ukuran 5,5 × 6,5 M bernilai lebih kurang Rp.81.000.000 ini dinilai diduga sarat muatan korupsi.

Ketika hal itu ditanyakan langsung kepada kepala desa melalui nomor saluran wa miliknya berikut foto foto kegiatan.

Ironisnya, nomor sambungan si kepala desa inisial PM masuk ke nomor Wartawan dan menjawab dengan nada keras “ HALLOO BOSS, INI SIAPA!!! Dan langsung dijawab SPI bahwa yang menanya adalah Jurnalis

Dengan suara lantang PM membentak jika kegiatan proyek kamar mandi itu disebutkan sudah diperiksa Inspektorat Kabupaten Dairi

Ketika ditanya lagi kok bisa proyek dana desa TA. 2023 fisiknya sudah diperiksa oleh Inspektorat? Dan sambungan komunikasi nomor WA sang Kepala desa langsung di riject.

Melihat jawaban lantang PM beberapa Wartawan semakin tertantang untuk terus menelusuri dugaan kasus dugaan mark up ini hingga sampai ke Inspektorat hingga ke aparat penegak hukum ( spi/ginting)