Pemkab Kotabaru Segera Selesaikan ” Hutang” Pada Kontraktor Kotabaru

228

Kotabaru, www.sinarpagiindonesia.com – Kontraktor kotabaru desak pemerintah kabupaten (Pemkab) kotabaru atas pembayaran yang belum terselesaikan sampai saat ini, hal tersebut terungkap saat kontraktor meminta DPRD kotabaru untuk melakukan rapat dengar pendapat (RDP) Senin, (10/8/20) digelar ruang rapat komisi DPRD kabupaten kotabaru.

Ketua DPRD kotabaru Syairi Mukhlis menyampaikan” sejak pada tahun 2012 uang lalu belum terbayarkan hingga tahun 2020, hutang tersebut tidàk tanggung-tanggung mencapai 79,8 miliar. kami juga mendorong kepada pemerintah daerah agar sesuai tuntutan dari teman-teman perhimpunan pengusaha lokal ini, untuk sesegeranya dialokasikan kurang lebih sebesar 20 miliar yang mereka tuntut untuk dialokasikan di APBD perubahan.

“Kita akan mendorong pemerintah daerah dalam hal eksekutif untuk bisa melakukan APBD perubahan sebesar apa yang mereka tuntut, apakah itu nanti melalui penyisiran APBD perubahan yang di maksimalkan atau melalui pihak ke 3 yang memungkinkan secara regolasi untuk melakukan penyelesain hutang terhadap apa yang mereka tuntut dari teman-teman kontraktor lokal ini.” Jelas Syairi.

Kita (Syairi), sudah menawarkan solusinya untuk mengambil langkah dengan kondisi pandemi covid-19, dan kita melihat sudah menawarkan solusi dari pihak ke 3 sesegeranya mereka mengajukan ke DPR. ini tentu akan ada persetujuan yaitu, antara pemerintah daerah dengan eksekutif dan legeslatif untuk menyetujui, dan kami akan tunggu surat itu kalau memang mereka serius dalam hal ini.

“Untuk menyelesaikan yang apa yang dituntut oleh teman-teman pada hari ini, untuk anggaran 2021 nanti kita akan catok di bulan Desember 2020 kemudian bisa direliasasikan paling cepat di bulan maret 2021 setelah ada interaksi lagi.” tuturnya.

Salah satu Ketua Gapensi kabupaten kotabaru Winartohadi mengungkapkan” bahwa dari angka tersebut untuk kontraktor lokal yang ada di kabupaten kotabaru hutang yang masih tersisa sekitar mencapai 20 milliar. Winarto, menyesalkannya kondisi saat ini terjadi, dan bahkan ia (Winarto) mengakui sejak tahun 1986 saya akunya, sudah bergelut di dunia kontraktor baru sekarang situasinya sangat parah.

“Kami berharap kepada pemerintah kabupaten (Pemkab) kotabaru agar dapat menyelesaikan pembayaran, paling utama kami para kontraktor lokal agar Pemkab kotabaru bisa secepatnya di selesaikan dengan kisaran kurang lebih 20 milliar kepada kontraktor lokal.” harap Winarto.(riz/wr)