Polri dan Dewan Pers Sepakat Membuat MoU Cegah Polarisasi Pada Pemilu

44

Polri dan Dewan Pers Sepakat Membuat MoU, Kerjasama Cegah Polarisasi Pada Pemilu (ist)

Jakarta,sinarpagiindonesia.com – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menerima audensi bersama Dewan Pers Indonesia, yang bertemu kantor Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa lalu (21/6/22)

Pertemuan Polri dengan. Dewan Pers
Indonesia menyatukan pemikiran dan membahas pendapat akhirnya sepakat membuat Memorandum of Understanding (MoU) dan kerjasama dengan program-program pertukaran informasi, sosialisasi dan edukasi mencegah polarisasi saat pemilu.

“Tadi saat pertemuan kita membahas beberapa tantangan ke depan yang akan dihadapi, sehingga kemudian dibutuhkan kesepahaman terkait dengan pemberitaan, baik juga hal-hal yang saat ini dilaksanakan oleh Polri yang biasa dikenal dengan cooling system untuk mencegah terjadinya polarisasi yang dapat memecah belah persatuan anak-anak bangsa yang biasanya muncul karena penggunaan politik identitas pada saat pemilu, ” kata Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri menyampaikan,

dalam pertemuan Polri dengan Dewan Pers Indonesia telah sepakat memberikan pendidikan literasi tentang bagaimana bersama-sama menjaga politik yang sehat.

“Kerena ke depan tantangan kita akan
menjadi semakin besar, kita butuh untuk
mengurangi potensi- potensi perpecahan, dan ini selalu saya sampaikan saat kita bertemu dengan seluruh elemen masyarakat, seluruh tokoh, khusus sekali ini menjadi konsen kita,” ujar Sigit.

Persatuan dan kesatuan, kata Sigit sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi ketidakpastian akibat dampak global.

Dengan kekuatan persatuan dan kesatuan, maka Indonesia bisa menghadapi situasi perkembangan global dan mempertahankan
posisi dan eksistensi Indonesia di kancah dunia.

Kunjungan rekan-rekan Dewan Pers Indonesia kita menyampaikan Terima kasih. Dengan begitu, kami.akan terus bersinergi untuk melakukan hal yang terbaik untuk dukungan kemitraan antara pers, rekan- rekan media dengan kepolisian, karena kita
sama-sama selalu berada di lapangan, baik dalam situasi yang tentunya butuh keberadaan kita,” sebut Sigit.

Senada dengan itu, Ketua Dewan Pers, Azyumardi Azra menekankan bahwa dalam menghadapi Pemilu 2024, Dewan Pers dan Polri memiliki keinginan yang sama yakni, menjaga kohesi sosial atau keutuhan sosial.

“Kita menginginkan agar masyarakat kita terpecah belah, oleh karena itu Dewan Pers

berharap agar kawan- kawan media tidak memakai diksi-diksi yang memecah belah anak bangsa yang selama ini masih dipakai kita harapkan itu tidak dipakai lagi,” ucapnya pada saat kesempatan yang sama.

Azyumardi berharap adanya peningkatan kualitas jurnalistik dalam rangka menjaga dan mencegah terjadi penyebaran berita hoax atau informasi berita bohong yang dapat menyebabkan perpecahan bangsa.

“Karena itu Dewan Pers dengan Polri secara bersama ingin meningkatkan kualitas
jurnalistik, selain kita berharap pelayanan yang diberikan adalah pelayanan yang berdasarkan jurnalisme yang terverifikasi jadi bukan dilakukan oleh orang- orang yang menggunakan jurnalistik untuk kepentingan tertentu, seperti kepentingan ekonomi serta lainnya,” tutupnya.(spi/red)