Rahmat Hartono : Budaya Pungli Atau Fee Masih Marak di Lampura

455

Lampura,sinarpagiindonesia.com – Budaya pungutan liar atau fee disebut – sebut masih saja terjadi di Lampung Utara oleh mantan Ketua DPRD Lampung Utara periode 2014 – 2019, Rahmat Hartono. Menurutnya, pu‎ngutan liar atau fee itu terjadi di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan serta Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Lampung Utara.

“Kemarin sudah saya bilangin cuma halus. Di PUPR dan Disperkim (DPKP) masi‎h terjadi itu pungutan – pungutan liar atau fee segala macamnya,” papar dia dalam sidang paripurna DPRD Lampung Utara dengan agenda jawaban bupati atas pemandangan umum fraksi – fraksi terkait rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah 2019 – 2024, di gedung DPRD Lampung Utara, Rabu (9/6/2021).

Menurut Rahmat, pungutan atau fee ini dianggapnya terbilang nekad. Itu dikarenakan tidak mengindahkan saran yang disampaikannya dalam sidang paripurna sebelumnya. Ia kembali menegaskan bahwa apa yang disampaikannya ini bukanlah mengada – ada karena memang terjadi.

“Di ‎Disperkim dan PUPR, berani saya nunjuk hidung,” papar Ketua Komisi I DPRD Lampung Utara ini.

Apa yang disampaikan oleh Rahmat langsung direspon oleh Bupati Budi Utomo. Ia menegaskan sama sekali tidak pernah mengeluarkan instruksi apapun terkait pungutan tersebut. Tak hanya itu, Sekretaris Daerah Kabupaten juga dipastikannya tak pernah mengeluarkan instruksi seputar pungutan liat atau fee itu.

“Tadi disebutkan oleh pak Rahmat kalau di DPUPR dan Disperkim masih ada bla – bla. Saya pastikan tidak ada instruksi baik dari saya maupun Sekda (terkait hal itu)” tegas Bupati Budi.

Semua kebijakan yang dilakukan ‎oleh setiap Organisasi Perangkat Daerah termasuk DPUPR dan Disperkim wajib mengacu pada ketentuan dan aturan yang berlaku. Kendati demikian, jika memang tuduhan itu memiliki bukti yang kuat, ia mempersilakannya di bawa ke ranah hukum.

‎”Kalau ini bisa dibuktikan secara hukum, saya persilakan untuk dilaporkan ke aparat penegak hukum,” jelasnya.(SPI/biro/*)