Teknis Vaksinasi Massal Perlu Dihindari Kerumunan

165

Medan,sinarpagiindonesia.com – Vaksinasi massal tujuannya baik dalam mengurangi angka kematian dan kesakitan di masa pandemi corona virus disease 2019 (covid-19). Hanya saja, teknisnya yang perlu ditelaah lagi, sebab mengakibatkan kerumunan yang berisiko memicu penularan penyakit terhadap lainnya.

“Saya lihat, teknisnya yang terkesan kurang begitu baik, meskipun Vaksinasi massal terpenuhi tetapi dampak negatifnya juga ada,”kata Ketua fraksi NasDem DPRD Sumut, dr Tuahman Franciscus Purba, Rabu (4/8).

Memang, terangnya, kuota untuk vaksin terhadap masyarakat masih kurang, berdasarkan data oleh pemerintah. Tetapi, penerapan protokol kesehatan secara ketat juga harus diperhatikan. Karena, itu syarat mutlak yang tertuang didalam aturan.

“Ada tiga aturan gubernur dalam mengatasi penyebaran covid, pertama Iman, aman dan imun,”jelasnya.

Dari ketiga aturan itu, lanjut Tuahman, di aturan kedua jelas disebutkan, bahwa Aman yaitu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan rajin mencuci tangan. Sedangkan, aturan pertaman Iman adalah menjalankan ibadah sesuai agama dan ketiga menjaga imun agar tetap sehat yaitu dengan berolahraga dan istirahat yang cukup.

“Terjadi kerumunan jelas tidak sesuai dengan dengan aturan yang kedua, ini sangat kontradiktif maka perlu ditelaah lagi,”ulangnya.

Menurut Tuahman, dalam Vaksinasi massal, setiap pelaksanaannya perlu mengerahkan kekuatan para tenaga kesehatan (nakes) dari satgas covid. Vaksinator tersebutpun sebaiknya mendatangi calon yang ingin di vaksi ke tempat duduknya, yang sebelumnya telah memperketat protokol kesehatan didalam satu ruangan.

“Jadi, masyarakat tersebut tidak sempat berdesakan, yang rawan terjadinya kontak fisik diantara lainnya,”ujar Tuahman.

Disamping itu, dirinya juga meminta agar dalam pelaksanaan vaksin massa juga dapat memperdayakan pos-pos penyekatan yang ada. Dengan menugaskan para tenaga kesehatan disetiap pos dalam melayani masyarakat yang ingin vaksin.

“Disekitar poskan pasti banyak masyarakat, terutama yang melintas. Bisa ditanya apakah sudah vaksin kepada masyarakat, kalau belum silahkan vaksin, dengan ketentuan melengkapi data diri. Kan cara baik yang mampu menghindari kerumunan, jadi tepat sasaran dan tepat guna,”katanya lagi.

Tentu, teknisnya beda, ketika kita berlakukan vaksinasi di satu ruangan dengan ruangan terbuka, terang Tuahman.

Tuahman menjelaskan, bahwa vaksinasi bukanlah jaminan kita terlepas dari covid, tetapi dengan vaksin kita dapat menjaga tubuh dari penyebaran covid, asal protokol kesehatan tetap dijalankan dengan baik. (Spi/imuh)