Tausiah Qobla Dzuhur Yang Disampaikan Ust Dr. SYAFRINALDI, SH., MH


Pekanbaru, www.sinarpagiindonesia.com –

Ust. Dr. Syafrinaldi, SH., MH., di masjid Al Mizan memberikan Tausiyah Qobla Dzuhur yang diikuti oleh pegawai di lingkungan Kejaksaan Tinggi Riau.

Kegiatan Tausiyah Qobla Dzuhur tersebut di benarkan oleh Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH., MH., Selasa (4/4/2023).

Dalam kesempatan ini, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto menjelaskan Tausiyah Ust. Dr. Syafrinaldi, SH., MH menitik beratkan tentang pengamalan dan Ibadah puasa di Bulan suci Ramadhan.

” Ibadah puasa bukan hanya kita saat ini yang melaksanakan, melainkan umat terdahulu juga melaksanakan puasa ada puasa ayyamul bidh itu puasa nabi Adam dan nabi Idris juga berpuasa selama 40 hari dan ada yang mengatakan selama 41 hari.

Jadi tidak hanya kita yang berpuasa namun umat terdahulu dan nabi juga berpuasa. Ujar Ustadz Dr. Syafrinaldi, SH., MH.

Sabda Nabi Muhammad SAW,  “barang siapa yang berpuasa di siang hari di bulan ramadhan Allah SWT ampun kan dosa-dosa nya di tahun lalu”, lalu apa makna puasa sebenarnya apakah sekedar menahan lapar, menahan nafsu dengan istri di siang hari atau menahan diri dalam perbuatan buruk ?

Apabila jawaban nya untuk memperbanyak pahala ? itu biasa, untuk meningkatkan takwa ? Itu normatif, lalu apa ? Apabila kita sendirian dalam rumah apakah ada yang menghalangi atau mencegah kita untuk makan dan minum ?.

Tidak ada yang tahu apa yang kita lakukan bahkan atasan kita, lalu apa yang membuat kita menahan diri ? Itulah yang namanya rasa takut kita kepada Allah SWT takut membatal kan puasa kita karna takut Allah SWT murka, jadi sebenarnya makna puasa ini untuk melatih kita untuk selalu merasa diawasi oleh Allah SWT. sebut Ustadz Syafrinaldi

Oleh karena ada rasa takut dan keimanan dalam diri sambungnya lagi,  maka semakin tebal lah keislaman seseorang, jadi mereka yang berpuasa ialah orang-orang yang mempunyai rasa di awasi oleh Allah SWT.

Rasa takut kepada Allah SWT yang membuat diri ini terlatih setelah usai nya bulan ramadhan, takut berbuat maksiat dan kehinaan, semoga puasa dan amal ibadah kita di terima disisi Allah SWT. Akhirnya.

Saat di Konfirmasi lebih lanjut, Kasi Penkum Kejati Riau Bambang Heripurwanto SH MH mengharapkan dengan dilaksanakan Tausiyah Qobla Dzuhur ini diharapkan pegawai Kejaksaan Tinggi Riau dapat mengajak kepada kebaikan dan mencegah pada kemungkaran, ini semua dilakukan semata-mata untuk memuliakan agama Allah diatas bumi-Nya, serta untuk kebaikan manusia itu sendiri.

Kegiatan Tausiyah Qobla Dzuhur di Masjid Al-Mizan Kejaksaan Tinggi Riau mengikuti secara ketat protokol kesehatan (prokes).tutup Kasi Penkum Kejati Riau. (spi/bmbg/lucky)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *