Fragmen Acara Rengas Dengklok Cerita si Butet Ditampilkan Siswa/I SDN 034779 Sidiangkat

Sidikalang,sinarpagiindonesia.com –Untuk mengetahui betapa beratnya merebut Kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan para penjajah, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 034779 Kelurahan Sidiangkat Kabupaten Dairi Rabu (16/8) mempersembahkan cerita fragmen, Rengas Dengklok dan Cerita Si Butet dari Tapanuli pada perayaan Pra Hari Ulang Kemerdekaan RI ke 78.

Cerita sejarah Rengas Dengklok ini ditampilkan murid kelas IV menceritakan, sebelum pembacaan teks Proklamasi ternyata penuh dengan dramatis.

Setelah bom atom pihak sekutu dijatuhkan menghantam, Nagasaki Hiroshima ternyata negara Jepang tidak mau bangsa Indonesia merdeka

Pemuda Indonesia menculik Ir.Soekarno dan Muhammad Hatta untuk diselamatkan agar tidak ditangkap Jepang. Pada tgl 16 Agustus 1945 dikonseplah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia untuk di proklamirkan Soekarno, Hatta ke seluruh dunia jika Indonesia telah merdeka tepat pada tanggal 17 Agustus 1945 lalu.

Fragmen cerita si Butet dari daerah Tapanuli juga sangat menyentuh para orangtua murid, dan undangan dimana menceritakan, Butet lahir saatnya bapaknya berjuang merebut Kemerdekaan dan tewas di medan perang sehingga saat lahir dia tak mengenal bapaknya sama sekali.

Fragmen perjuangan Rengas Dengklok dibawakan oleh anak anak kelas IV dibawah bimbingan guru Jelianti Br.Situmeang dan cerita si Butet di bawakan oleh anak anak kelas V dibawah guru pembimbing Rapdatio Nababan.

Selain itu, kegiatan lain yang terpantau SPI , ada beberapa kegiatan lain diantaranya tari tarian daerah di bawakan masing masing kelas dari kelas I hingga kelas VI

Ada pertadingan olah raga panjat pinang untuk kelas IV, V dan kelas VI selain itu ada juga perlombaan untuk orang tua murid, diantaranya lomba tari balon, lomba lari karung dan lain lain sehingga suasana begitu akrab antara guru, murid dan para orang tua.

Kepala Sekolah SDN 034779 Sidiangkat, Tommy Heriandi Tumangger ketika bincang bincang dengan SPI mengatakan, tujuan kegiatan tersebut agar menumbuh kembangkan rasa cinta kepada lingkungan, rasa cinta kepada keluarga, dan rasa cinta kepada tanah air dimana ternyata merebut Kemerdekaan RI dari tangan penjajah bukan mudah dan sangat sulit.

fragmen yang ditampilkan menurut Kepala Sekolah merupakan sebuah pembelajaran untuk merebut kemerdekaan dari tangan penjajah yang sangat berat.

“ perjuangan belum selesai dan murid murid mesti menjadi pelajar yang ber Pancasila dan menjadi murid yang unggul untuk meraih cita cita kedepannya” begitulah harapan Tommy Heriandi Tumannger Kepala sekolah (spi/ginting)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *