Home / Semua Berita / Daerah / Masyarakat Aceh Singkil Kecewa Berat Atas Pelayanan PN.Aceh Singkil, Nyawa Manusia di Anggap Murahan

Masyarakat Aceh Singkil Kecewa Berat Atas Pelayanan PN.Aceh Singkil, Nyawa Manusia di Anggap Murahan

Aceh Singkil,sinarpagiindonesia.com –Di bawah kepemimpinan saat ini, Pengadilan Negeri Aceh Singkil kini menjadi lembaga yang paling mencoreng nama baik hukum. Berderet perkara berat berujung putusan yang membuat hati siapa saja yang mendengarnya akan remuk redam. Bukan satu, bukan dua, tapi berulang kali keadilan dikubur, korban dihancurkan, dan pelaku kejahatan malah diberi kemudahan.

Lihatlah nasib Muliati (44 tahun), warga Desa Tulaan: dianiaya kejam di rumah sendiri, telinganya rusak, matanya terganggu, jiwanya trauma berat seumur hidup. Namun pelakunya hanya divonis percobaan 6 bulan — sama saja dibebaskan. Muliati menangis histeris, hancur hatinya: “Tempat yang kuharap lindungi aku, malah melepaskan orang yang menyakiti aku.”

Belum hilang rasa sedih itu, muncul lagi kenyataan yang jauh lebih menyakitkan: kasus penganiayaan berujung pembunuhan, di mana nyawa seseorang melayang sia-sia. Apa putusannya? Pelaku berinisial R hanya divonis 1 tahun 6 bulan, dan Y divonis 7 tahun. Nyawa manusia yang begitu berharga, nasib keluarga yang hancur selamanya, dipermainkan seolah tak ada harganya. Keluarga korban hanya bisa menangis diam-diam, keadilan yang dicari justru menjadi luka yang lebih dalam.

Ini bukan lagi sekadar kesalahan putusan, ini adalah kebobrokan sistem yang parah, kekacauan yang tak terperikan, dan lembaga yang hilang arah. Di bawah pimpinan ini, hukum tak lagi berpihak pada kebenaran, tapi penuh dugaan yang mencoreng nama peradilan. Rakyat bertanya dengan lirih namun bergetar: Apakah hukum di sini hanya milik yang punya kuasa dan uang? Apakah rasa sakit kami, air mata kami, nyawa saudara kami, sama sekali tak ada artinya?

Maka satu suara bulat menggema dari seluruh warga Aceh Singkil: Kami menuntut Ketua Pengadilan Negeri Aceh Singkil segera dicopot, diganti, dan diperiksa secara menyeluruh!

Pemimpin yang terhormat, dengarlah jeritan kami. Lihatlah air mata para korban. Lihatlah nasib Muliati yang hidup menderita, lihatlah keluarga yang kehilangan orang tercinta tanpa keadilan. Apakah ini yang disebut penegakan hukum? Apakah ini yang disebut pelindung rakyat?

Lembaga ini sudah rusak, pimpinannya sudah gagal total. Jangan biarkan lagi hukum dipermainkan, jangan biarkan lagi rakyat kecewa dan kehilangan harapan. Copotlah dia, periksalah dia, kembalikanlah keadilan kepada kami — sebelum rakyat benar-benar kehilangan kepercayaan pada hukum dan negara.
(spi/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *