Home / Semua Berita / Daerah / Tegang! Disebut “Orang Hutan”,Warga Murka,Jirin Capah Desak Pemkab Bertindak

Tegang! Disebut “Orang Hutan”,Warga Murka,Jirin Capah Desak Pemkab Bertindak

Aceh Singkil,sinarpagiindonesia.com –Ucapan tak pantas yang diduga dilontarkan seorang pegawai di Kantor Camat Gunung Meriah memicu kemarahan warga Cingkam, Jumat (24/4/2026). Dalam situasi panas saat warga mempertanyakan bantuan jatah hidup (jadup), pegawai tersebut disebut menyebut masyarakat sebagai “orang hutan”.

Peristiwa itu terjadi ketika sejumlah warga Cingkam mendatangi kantor camat untuk memprotes nama mereka yang tidak terdata sebagai penerima jadup, meski mengaku sebagai korban banjir 2025. Adu argumen tak terhindarkan, hingga suasana memanas.
Di tengah ketegangan, ucapan yang dinilai merendahkan itu tiba-tiba terlontar. Warga yang tersulut emosi langsung bereaksi.

“Bagus kau ngomong!” teriak seorang pria di lokasi.

“Sombong kali kau ya!” sahut seorang ibu-ibu, memperkeruh suasana.

Pegawai perempuan tersebut kemudian meninggalkan kantor camat dengan tergesa-gesa menggunakan mobil. Namun, kepergiannya tak meredakan situasi. Warga tetap bertahan dan menuntut pertanggungjawaban.

Tak lama kemudian, pegawai itu kembali dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada masyarakat. “Saya minta maaf,” ucapnya, sebagaimana terekam dalam video yang beredar.

Meski permintaan maaf telah disampaikan, reaksi keras tetap datang. Jirin Capah, tokoh masyarakat Cingkam yang juga pernah menjabat anggota DPRK Aceh Singkil, mengecam keras ucapan tersebut.

“Bagaimana mungkin seorang pegawai berbicara seperti itu. Itu tidak pantas,” tegas Jirin.

Ia menilai ucapan tersebut mencederai etika pelayanan publik dan melukai perasaan masyarakat yang tengah memperjuangkan haknya sebagai korban bencana. Jirin juga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil untuk tidak menganggap sepele persoalan ini.

“Pemerintah daerah wajib memberikan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari pihak Kecamatan Gunung Meriah maupun Pemkab Aceh Singkil.
Sementara itu, warga berharap ada langkah konkret sebagai bentuk tanggung jawab atas insiden yang dinilai telah merendahkan martabat mereka.
(spi/muji)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *